450 Adegan Progam Ramadan Tak Layak Tayang

Penyiaran Indonesia (KPI) mencatat selama satu minggu pertama Ramadan, telah terjadi 450 adegan pada program Ramadan yang tidak layak tayang karena mengandung unsur kekerasan dan pelecehan.
“Kebanyakan tayangan Ramadan hanya memberikan hiburan tanpa pelajaran yang bermakna,” ujar Fetty Fajriati, Wakil Ketua KPI, di Jakarta, Kamis (3/9).

Ia menuturkan, materi dialog tidak memperlihatkan usaha menyesuaikan dengan suasana Ramadan. Pengisi acara saling mencemooh dengan kata-kata kasar. “Perempuan masih menjadi pelecehan dalam lawakan,” ucapnya.

Tayangan Ramadan juga mempertontonkan perilaku kekerasan dengan di antara pembawa dan pengisi acara. “Memang untuk membuat tertawa pemirsa. Namun hal itu tidak sepantasnya ditayangkan, apalagi banyak anak-anak yang melihatnya,” tutur Fetty.

Selain itu, lanjut dia, pertanyaan yang pada kuis tayangan Ramadan juga tidak mendidik dan . tidak berhubungan dengan Ramadan atau pengetahuan agama lainnya. “Bisa saja pertanyaan yang ada berkaitan dengan masalah keagamaan. Selain mendapatkan hiburan, pemirsa juga mendapat pengetahuan agama,” ujarnya.

Lebih jauh Fetty mengatakan, nuansa agamis belum terasa pada minggu pertama bulan Ramadan ini, informasi siaran agama masih minim. Dari 18 jam, siaran agama hanya berdurasi 20 sampai 30 menit. “Itu pun bersifat dialog dan ditayangkan pagi hari setelah Subuh,” kata dia.
Fetty menyayangkan hal tersebut, menurutnya para stasiun televisi harus menambah durasi bagi tayangan agama. “Pada sisa bulan Ramadan seharusnya ada perbaikan. Perbaiki kualitas tayangan agar bulan Ramadan dapat pembangunan akhlak,” pungkasnya. kcm