Perang di Afganistan Cuma Urusan Bagi-bagi Duit

Belum tuntas memang penyelidikan soal “main uang” dalam perang Afganistan. Meski, patut dicermati, seminggu sekali 4 juta dollar AS terhambur percuma mulai dari militer Abang Sam (AS) menuju ke perusahaan-perusahaan keamanan Afganistan hingga bermuara ke para pimpinan milisi.

Modusnya, kata penyelidikan yang mulai disusun Kongres itu adalah adanya wilayah-wilayah berbahaya di Afganistan bagi konvoi pasukan AS. Nah, supaya ancaman mematikan hilang, tentara AS mesti menyetor duit ke perusahaan-perusahaan keamanan Afganistan. “Kalau tak ada uang setoran, konvoi diserang,” begitu tudingan yang termuat dalam dokumen militer AS.

Patgulipat fulus itu bisa dikatakan juga menyentuh gubernur, kepala polisi, berikut panglima militer setempat. Tak cuma itu, dana melimpah tersebut masuk juga ke pundi-pundi perusahaan keamanan yang diduga dimiliki oleh dua sepupu Presiden Afganistan Hamid Karzai. Itulah sorotannya.

Berangkat dari situlah, sebagaimana warta AP dan AFP pada Minggu (27/6/2010), sebuah komite bikinan Kongres bakal mendengarkan keterangan terkait investigasi itu dari sejumlah pejabat senior di Departemen Pertahanan AS. Waktunya, Selasa (29/6/2010).

Pelanggaran

Bisa jadi, memang ada pelanggaran undang-undang penggunaan jasa kontraktor swasta sebagaimana ketentuan Departemen Pertahanan AS. Berkas laporan yang disusun di Washington DC itu pun menyebutkan, “Meski komandan milisi memang menyediakan pengawalan dan mengkoordinasikan pengamanan, kontraktor tidak punya banyak pilihan lain, kecuali memanfaatkan mereka dalam praktik yang bisa dikatakan pemerasan yang meluas”.

Dokumen hasil penyelidikan juga menyebutkan perusahaan jasa keamanan yang disewa berdasarkan Afgan Host Nation Trucking termasuk perusahaan yang menyalurkan uang tersebut. Watan Risk management adalah salah satu perusahaan jasa keamanan terbesar di Afganistan dan salah satu bisnis yang diselidiki.

Laporan militer pun menyatakan wakil perusahaan tersebut dituduh merundingkan atau menetapkan tarif kutipan pengamanan di masing-masing tempat. Perusahaan kemudian mengeluarkan peringatan kepada perusahaan angkutan yang terlambat membayar atau menolak kutipan yang ditetapkan.

Juru Bicara Komando Investigasi Pidana Angkatan Darat di Fort Belvoir, Virginia, mengukuhkan kepada kantor berita AP bahwa penyelidikan tengah berlangsung.

Laporan tersebut keluar ketika jumlah korban di pihak AS melonjak di Afganistan, dan secara tersirat menyatakan tidak hanya uang pembayar pajak AS digunakan untuk mendanai musuh, tapi juga hal itu merongrong upaya internasional untuk mendatangkan stabilitas di negara tersebut.MENGUNGKAP HIKMAH DI BALIK BERITA DISINI…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: