Dua Masjid di Pakistan Diserang, 17 Tewas

REPUBLIKA.CO.ID, LAHORE–Pria-pria bersenjata menyerang dua masjid milik satu sekte Muslim minoritas di Lahore, Pakistan, Jumat (28/5) menewaskan 17 orang. Penyerang juga menyandera beberapa orang jemaah, meledakkan granat-granat yang memicu baku tembak berdarah dengan polisi.

Baku tembak dan ledakan-ledakan terdengar di kedua masjidt itu. Salah satu masjid di daerah permukiman Model Town, tempat serangan pembom mobil bunuh diri pada Maret, sedangkan masjid lain terletak di di daerah Garhi Shahu.

Para pejabat mengatakan 17 orang tewas di Model Town tetapi tidak segera diketahui jumlah korban di masjid kedua. Kedua Masjid itu adalah milik kelompok Ahmadiyah yang juga dikenal sebagai Qadian, dan memiliki puluhan ribu anggota. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan sekte tetap menjadi sasaran serangan-serangan sektarian.

“Para teroris menyerang masjid-masjid. Mereka menembaki dan menggunakan granat-granat. Mereka menyandera orang-orang di dalam masjid itu,” kata pejabat pertahanan sipil distrik itu Muzhar Ahmed kepada AFP melalui telepon dari lokasi di Garhi Shahu.

Stasiun-stasiun televisi menyiarkan suara-suara tembakan dan gambar-gambar kendaraan dan sepeda-sepeda motor yang hancur dengan seorang– agaknya warga sipil — tergeletak di halaman dengan darah berceceran dekatnya ketika pasukan keamanan datang ke lokasi itu.

Para pejabat sebelumnya mengatakan ada korban, tetapi jumlahnya tidak segera jelas karena baku tembak antara para penyerang dan pasukan keamanan masih berlangsung. “Tim saya mengemukakan kepada saya beberapa orang tewas dan sejumlah lainnya cedera, tetapi tidak tahu jumlah pastinya,” tambah Ahmed.

“Kami telah membawa tujuh sampai delapan orang yang cedera ke rumah sakit. Kami menerima laporan bahwa beberapa orang tewas, tetapi saya tidak dapat memberikan jumlah yang pasti,” kata Fahim Jahanzeb, seorang juru bicara dinas pertolongan. Amjad Iqbal, seorang perwira polisi yang berada di Garhi Shahu mengemukakan kepada AFP melalui telepon banyak orang dikhawatirkan cedera.

“Baku tembak masih berlangsung. Para penyerang berada di atap masjid itu dan mereka menembaki polisi. Salah sorang penyerang jatuh dari atap itu,” katanya.

Lahore, sebuah kota berpenduduk delapan juta jiwa dekat perbatasan Pakistan dengan India, telah jadi sasaran serangan Taliban dan kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaida dalam serangan bom di seluruh negara itu. Seluruh serangan telah menewaskan lebih dari 3.300 orang dalam tiga tahun.

Kerusuhan menyangkut agama di Pakistan, sebagian besar terjadi antara kelompok Sunni yang mayoritas dan Syiah yang minoritas menewaskan sekitar 4.000 orang dalam sepuluh tahun belakangan ini.

Pada Oktober 2005, delapan orang ditembak mati dan 14 lainnya cedera ketika pria-pria bertopeng yang bersenjatakan senapan-senapan Kalashnikov menyerbu sebuah masjid Ahmadiyah di kota Mandi Bahauddin, 100km selatan Islamabad. Insiden Jumat adalam serangan besar pertama di Lahore sejak serangan-serangan bunuh diri Maret yang ditujukan ke militer Pakistan, menewaskan 45 orang segera sebelum sholat Jumat dimulai.

Delapan serangan menewaskan lebih dari 170 orang di Lahore dalam tahun lalu. Lahore merupakan tempat tinggal banyak tokoh penting dalam mliter Pakistan dan pusat intelijen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: