Coba-coba Usik Makam Mbah Priok, Rasakan Risikonya!

JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya mengusik keberadaan makam Habib Hasan Muhammad Al Haddad telah berulang kali dilakukan. Terakhir, eksekusi penggusuran yang coba dilakukan dengan mengerahkan petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja. Hasilnya berujung pada bentrokan petugas dan warga yang mengakibatkan 3 orang anggota Satpol PP tewas dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Kuasa Hukum ahli waris, Yan Djuanda mengungkapkan, pihaknya sudah berulangkali mengingatkan PT Pelindo II yang menghaki tanah tersebut agar tak mencoba mengusik keberadaan makam yang dikeramatkan itu. Menurutnya, insiden kemarin merupakan buah dari tidak mengindahkan peringatan yang sudah diberikan.

“Katanya makam sudah tidak ada. Kenyataannya, makam Mbah Priuk masih ada disana. Saya ceritakan, upaya menggusur itu sudah pernah juga dilakukan sejak zaman pemerintah Hindia Belanda dan akhirnya memakan banyak korban. Usaha juga tidak berhasil. Belum lama ini, ada upaya memojokkan situs makam. Hasilnya, 12 orang tengeng, lehernya enggak bisa bergerak,” kisah Yan, dalam pertemuan mediasi dengan pihak PT Pelindo II, di Gedung Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Yan mengatakan, makam Mbah Priuk, percaya atau tidak, diyakini sebagai paku bumi Jakarta Utara. Makam penyebar agama Islam di Jakarta itu, bukan hanya makam, namun merupakan situs sejarah.

“Dari Mbah Priuk, nama Tanjung Priuk itu ada. Sejak dulu kami sudah mengingatkan, jangan dipaksakan. Dan kemarin (insiden bentrokan) buktinya. Banyak kerugian materi dan nyawa. Ini makam Wali Allah,” kata Yan kembali mengingatkan.

Ia meminta, pihak Pelindo menghormati keberadaan makam tersebut. “Jangan ada pemikiran untuk memindahkan makam, jangan pernah coba-coba. Kalau coba-coba, saya tidak tanggung jawab jika terjadi sesuatu,” kata Yan.

Hasil mediasi pada hari ini, akhirnya mencapai kesepakatan bahwa makam Mbah Priuk akan tetap pada tempatnya. Yang mengalami pergeseran posisi hanya letak gapura dan pendopo tempat majelis dzikir.

Lokasi kompleks makam Mbah Priuk memang terletak di tengah pusat aktivitas peti kemas Pelabuhan Tanjung Priuk. Pihak Pelindo menjanjikan akan membuat underground channel alias terowongan untuk akses peziarah dan menyediakan lahan parkir di Jalan Jiampea. Akses khusus ini dibuat agar tidak mengganggu kegiatan peti kemas di pelabuhan.
<a href="https://lautkubiru.files.wordpress.com/2010/04
/1655466620×2851.jpg”>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: