Pagar Nusa Siap Jadi Tumbal Palestina

TULUNGAGUNG – Sedikitnya 500 orang siswa perguruan pencak silat Pagar Nusa (PN) Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar kebolehan ilmu kebal di halaman Masjid Baiturohkim Desa Bendungan, Kec Gondang, Minggu (18/1/2009). Satu persatu siswa berunjuk gigi, bagaimana daging dan kulit mereka tidak mempan tebasan pedang.

Kemudian juga tak tergores sedikitpun, saat dipaksa melompat dan bergulingan di atas pecahan kaca dan duri tajam. Mereka juga tidak berdarah ketika sebuah motor menerjang tubuhnya. Show of force yang ditunjukkan murid Pagar Nusa ini dalam rangka persiapan menjadi sukarelawan perang membantu warga Palestina melawan tentara Israel.

Menurut keterangan Ketua Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Tulungagung Bahru Nashor, sejauh ini sudah berkumpul sedikitnya dua ribu murid Pagar Nusa yang siap lahir batin berangkat ke Palestina. Mereka siap berperang dan mati sebagai syuhada.

“Dan latihan yang kita lakukan saat ini dalam rangka persiapan mengumpulkan sukarelawan perang untuk berangkat ke Palestina,” ujarnya kepada wartawan. Aksi dimulai sekira pukul 08.00 Wib.

Setelah beberapa saat berkumpul sekaligus melakukan pelemasan diri dengan latihan jurus (bela diri), beberapa orang yang sudah pada tingkat guru, kemudian melakukan ritual pengisian tenaga dalam. “Sebab dalam perang ini kita tidak membawa senjata api. Namun kendati demikian dengan senjata seadanya kita tetap bisa melawan musuh,” terangnya.

Sebagai simbol perlawanan, dalam latihan tersebut, murid-murid Pagar Nusa Tulungagung membakar bendera Zionis Israel. Bahru Nashor menambahkan saat ini pihaknya tinggal menunggu komando dari perguruan Pagar Nusa pusat. Mereka akan langsung meluncur jika sewaktu-waktu instruksi itu datang.

“Sebagai organisasi kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Kita tetap menunggu perintah Pagar Nusa pusat,” tandasnya.

Sementara pada saat yang sama, di tempat terpisah, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Tulungagung menggelar unjuk rasa menentang kekejaman Israel

Ketua HMI Tulungagung Rusman Nuryadin mengatakan, selain melemparkan kutukan terhadap zionis Israel, para mahasiswa ini juga menggalang dana untuk warga Palestina. “Kita juga malakukan aksi penggalangan dana untuk kita sumbangkan kepada warga Palestina yang saat ini menderita akibat kekejaman Israel,” ujarnya.

Pakistan: Ummat Harus Bersatu Habisi Israel

Karachi – Infopalestina: Lembaga Palestina-Pakistan, suatu lembaga perwakilan sejumlah organisasi politik dan masyarakat Pakistan untuk kemerdekaan Palestina mii menyerukan ummat untuk bersatu melindungi Al-Aqsha dan kaum muslimin Palestina yang sedang menghadapi pembantaian biadab Zionis.

Dalam penjelasanya, atas nama para pemimpin lembaga Pakistan, Mudzafar Ahmad Hasyim dan Maulana Munawir Nafqi Qadi serta Ahmad Nurani, Sabtu (24/4) menyerukan pentingnya menyatukan langkah dalam menggempur Zionis, sebagai balasan atas kejahatan terbaru mereka terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Para pemimpin Pakistan ini menyerukan PBB dan Uni Eropa untuk mengambil langkah-langkah cepat dan efektive dalam menghentikan aksi Zionis yang akan mengusir warga Palestina dari tanah kelahiranya dan mamakasanya untuk hidup kehidupan yang tidak mungkin.

Mereka juga menyerukan semua pihak untuk mengilegalkan pembangunan tembok baja oleh Mesir di Rafah. Mereka menegaskan, pentingnya PBB maupun Uni Eropa dalam memenuhi kehidupan mendasar rakyat Palestina di Gaza. Mereka juga menyerukan PBB dan Uni Eropa menghentikan penyiksaan dan penangkapan Zionis terhadap warga Palestina. Harus segera diambil langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan hidup Gaza dan membebaskan mereka dari blockade internasional.

Sementara itu, mereka menyerukan dunia Islam dan Arab agar berheti dari sikap diamnya menyaksikan rakyat Palestina terusir dari tempat tinggalnya.

Cerita sufi kakek Tua dan Wali Allah

Cerita berikut adalah cerita Tasawufan, hanya sebuah anekdot sufi tentu saja tidak harus ditanggapi secara serius dan jika ada hal-hal kurang berkenan dalam cerita itu jangan terlalu serius ditanggapi anggap saja ini hanya sebuah cerita belaka.

Di sebuah Desa di daerah Sumatera tinggallah orang tua yang telah berumur 70 tahun. Sewaktu muda dia sangat rajin beribadah, namun ketika sudah tua mulai malas-malasan bahkan tidak pernah lagi melaksanakan shalat juga ibadah-ibadah lain.

Suatu hari ada seorang Wali Allah datang kekampungnya memberikan ceramah, kakek tua tadi ikut mendengarkan ceramah Wali tersebut. Tentu saja ceramah seorang Wali Allah berisi hakikat dan ajakan untuk memperbanyak ibadah sebagai persiapan ketika akan meninggal dunia.

Sang Wali Allah berkata,

“Hai Manusia-manusia, sadarlah bahwa umur kita ini semakin lama semakin berkurang dan tidak ada manusia yang bisa menolak kematian. Amal perbuatan anda akan diperhitungkan, kalau lebih banyak buruk dari pada baik maka anda akan dimasukkan ke dalam neraka. Neraka itu sangat panas, 7 kilometer saja jarak dari neraka maka otak anda akan mendidih. Karena itu sadarlah, segeralah bertaubat, perbanyaklah ibadah dan carilah orang yang makbul do’anya agar mendo’akan saudara-saudara sekalian. Do’a seorang Wali itu pasti dimakbulkan Tuhan karena Wali Allah itu adalah kekasih Allah”.

Begitulah Wali Allah memberikan ceramah kepada warga kampung tersebut. Mendengar ceramah Wali Allah, kakek tua siang malam tidak bisa tidur, dia sangat takut akan siksa neraka. Kesalahan-kesalahan masa lalu setiap saat terbanyang dan sangat mengganggu. Dia ingat akan petuah Wali Allah bahwa bersedekah dan meminta do’a kepada Wali Allah itu adalah ibadah tinggi dan do’a Wali sangat dimakbulkan Tuhan.

Kakek tua bukanlah seorang yang kaya, hidupnya pas-pasan, satu-satu nya harta berharga yang dia miliki adalah seekor kambing jantan. Dia ingin sekali memberikan kambing miliknya kepada Wali Allah akan tetapi tempat tinggal Wali Allah itu sangat jauh dari rumahnya (lebih kurang 100 km).

Akhirnya dileher kambing itu dituliskan sebuah pesan :

KAMBING UNTUK WALI ALLAH

TOLONG YA WALI ALLAH DO’AKAN SAYA AGAR MASUK SURGA, DI EMPERAN SURGA PUN TAK APALAH ASAL JANGAN DI NERAKA. KONON KABARNYA NERAKA ITU PANAS SEKALI, TOLONG YA WALI ALLAH DO’AKAN SAYA.

DARI

KEKEK TUA BIN KAKEK SANGAT TUA

Kemudian kakek tua menuntun kambing dengan berjalan kaki sejauh 8 km dan dilepas begitu saja dan kakek itu pulang kerumahnya. Kambing itu dilihat oleh seorang anak muda dan membaca tulisan itu dan menuntun juga sejauh 8 km. Demikianlah sambung menyambung akhirnya kambing itu sampai kepada Wali Allah.

Wali Allah membaca tulisan di leher kambing, kemudian Beliau mendo’akan orang tua itu agar masuk surga.

Dua bulan kemudian meninggallah orang tua itu dan dikuburkan oleh penduduk kampung. Orang sekampung dibuat geger karena orang tua yang tidak pernah shalat meninggalnya dalam keadaan tersenyum.

Setelah yang mengantar jenazah pulang, di dalam kubur kakek tua didatangi oleh Malaikat Munkar Nankir. Kakek tua melihat malaikat itu dengan heran dan dalam hati berbisik, “Rasa nya aku kenal dengan orang ini”. Belum sempat kakek tua beramah tamah dengan kedua Malaikat, langsung Malaikat bertanya dengan suara membentak:

“Maa Rabbuka!”

Kakek tua terkejut, tentu saja dia bingung dengan ucapan malaikat karena dia tidak mengerti sama sekali bahasa Arab, “Jangan lah kau bentak-bentak aku, aku tak paham dengan yang kau cakapkan itu, semuanya sudah aku serah kepada Wali Allah”

Malaikat melanjutkan bertanya masih dengan suara membentak,

“Wa Maa Nabiyyuka!”

Dengan kesal Kekek Tua juga menjawab dengan membentak pula, “Kenapa kau memaksa, aku tak paham yang kau cakapkan itu, semuanya sudah aku serahkan kepada Wali Allah!”

Malaikat tidak memperdulikan jawaban kakek tua dan tetap melanjutkan pertanyaan dengan suara yang lebih keras

“Wa Maa Qiblatuka!”

Dengan marah kakek tua bangkit, “Tak kau hargai aku ya, ku tinju kau nanti!” sambil mangacungkan tinjunya. Kedua malaikat sangat ketakutan dan lari terbirit-birit dan melapor kepada Allah.

“Ya Allah, ada manusia ganjil di kuburan sana”

“Manusia ganjil bagaimana?” tanya Allah

“Setiap pertanyaan kami selalu jawabannya, sudah diserahkan kepada Wali Allah dan ketika kami mengajukan pertanyaan ke-3 dia marah dan kami mau di tinju nya”

“Hebat orang itu berani meninju malaikat, coba kalian bawa buku catatan amalannya”

Malaikat membawa buku catatan kakek tua kehadapan Allah dan ketika Allah membuka buku tersebut dengan senyum-senyum berkata, “Oh kalau yang ini nggak usah kalian urus, ini urusan Aku, buka aja pintu surga, masukkan dia kedalam surga”

Israel Hancurkan Rumah-Rumah Warga Palestina, dan Dunia yang Membisu

Kantor Urusan Kordinasi Bantuan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengingatkan dunia bahwa ribuan warga Palestina di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat terancam terusir, setelah rejim Zionis mengeluarkan perintah untuk memusnahkan rumah-rumah milik warga Palestina.

Laporan terbaru OCHA yang dirilis Rabu (27/5) menyebutkan, saat ini ada lebih dari 3.000 bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat yang sedang menunggu perintah penggusuran dan rejim Zionis Israel bisa melakukan penggusuran itu kapan saja tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Sedikitnya ada 10 komunitas kecil yang tersebar di seluruh Tepi Barat, yang menghadapi resiko terusir karena jumlah perintah penggusuran yang belum diputuskan cukup banyak, ” demikian laporan OCHA.

Dalam laporan itu disebutkan, kebanyakan perintah penggusuran dilakukan terhadap gedung-gedung yang oleh Israel dikatagorikan masuk dalam area C, area ini meliputi 61 persen wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dan dipertahankan rejim Zionis. Dan alasan yang digunakan rejim Zionis untuk mengeluarkan perintah penggusuran, mayoritas karena gedung bersangkutan dianggap tidak punya izin bangunan.

Padahal, masih menurut laporan PBB, Israel yang memegang kendali kekuasaan di Tepi Barat, kerap mempersulit izin pendirian bangunan bagi warga Palestina. Data resmi menunjukkan, Israel menolak 94 persen aplikasi izin bangunan di area C yang diajukan warga Palestina antara bulan Januari 2000 dan bulan September 2007.

Laporan terbaru organisasi Israel Peace Now memperkuat fakta itu, bahwa Israel menekan warga Palestina di area C untuk meninggalkan rumahnya. Peace Now mengatakan, “Besarnya jumlah penolakan izin bangunan bagi warga Palestina memicu kekhawatiran bahwa otoritas Israel sengaja menerapkan kebijakan khusus untuk mengusir warga Palestina dari area C secara diam-diam.”

Lebih lanjut, OCHA dalam laporannya menyebutkan, penghancuran rumah-rumah milik warga Palestina yang dilakukan Israel sepanjang tahun ini, sudah mencapai level yang mengkhawatirkan. Menurut OCHA, di kuartal pertama tahun 2008 Israel menghancurkan 124 rumah milik warga Palestina. Angka ini sangat besar dibandingkan tahun 2007. Sepanjang tahun 2007, Israel menghancurkan 107 rumah milik warga Palestina.

Antara bulan Januari 2000 dan bulan September 2007, Israel mengeluarkan 5.000 perintah penggusuran dan lebih dari 1.600 bangunan milik warga Palestina telah mereka ratakan. Tindakan Israel ini telah menghancurkan kehidupan keluarga-keluarga di Palestina dan sangat berpengaruh bagi kehidupan anak-anak Palestina yang kerap menyaksikan rumah-rumah mereka diluluhlantakan oleh rejim Zionis.

Tapi, dunia internasional tetap membisu melihat kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rejim Zionis Israel di atas tanah jajahannya, tanah milik bangsa Palestina.

Inilah Sembilan Poin Kesepakatan Persoalan Makam Mbah Priuk

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemprov DKI Jakarta akhirnya menggelar pertemuan mediasi persoalan makam Mbah Priuk, Koja, Jakarta Utara, antara PT Pelindo II dan ahli waris, Kamis (15/4/2010).

Pertemuan yang digelar di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, ini dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto beserta jajarannya, PT Pelindo II, pihak ahli waris dengan kuasa hukumnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah habib dan alim ulama.

Salah satu pokok utama dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir empat jam tersebut, pihak Pemprov DKI dan PT Pelindo II disepakati untuk tidak membongkar situs makam Mbah Priuk. Namun, sejumlah infrastruktur lainnya akan tetap dibenahi agar lokasi makam Mbah Priuk ataupun PT Pelindo II dapat semakin kondusif.

Berikut paparan sembilan poin kesepakatan di antara Pemprov DKI, PT Pelindo II, dan pihak ahli waris.

1. Makam tetap di posisinya, tidak dibongkar ataupun dipindah.

2. Pendapa Majelis Gapura dipindahkan posisinya agar Terminal Peti Kemas Koja berfungsi sesuai aturan dan standar internasional. Posisinya dibicarakan antara PT Pelindo dan ahli waris.

3. Sisa tanah akan dibicarakan antara ahli waris dan PT Pelindo.

4. Kasus lapangan akan ditindaklanjuti secara hukum, siapa yang melanggar akan ditindak. Satpol PP sebagai organik Pemda merupakan tanggung jawab Pemda.

5. Perlunya pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakatan.

6. PT Pelindo setuju untuk membuat MoU hitam di atas putih mengenai pembicaraan lebih lanjut dengan ahli waris.

7. Administrasi kedua pihak supaya langsung dilakukan antara PT Pelindo II dan ahli waris dan ditembusi Komisi A DPRD DKI Jakarta.

8. Pemda dan PT Pelindo sebagai anak perusahaan BUMN akan memerhatikan siapa-siapa yang menjadi korban dalam kasus kemarin. Tidak hanya biaya rumah sakit, bahkan kalau perlu sampai berobat jalan.

9. Pembahasan antara PT Pelindo dan ahli waris akan dibicarakan di kantor Komnas HAM. vidio priok membara <a href="”> kliken disini

Coba-coba Usik Makam Mbah Priok, Rasakan Risikonya!

JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya mengusik keberadaan makam Habib Hasan Muhammad Al Haddad telah berulang kali dilakukan. Terakhir, eksekusi penggusuran yang coba dilakukan dengan mengerahkan petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja. Hasilnya berujung pada bentrokan petugas dan warga yang mengakibatkan 3 orang anggota Satpol PP tewas dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Kuasa Hukum ahli waris, Yan Djuanda mengungkapkan, pihaknya sudah berulangkali mengingatkan PT Pelindo II yang menghaki tanah tersebut agar tak mencoba mengusik keberadaan makam yang dikeramatkan itu. Menurutnya, insiden kemarin merupakan buah dari tidak mengindahkan peringatan yang sudah diberikan.

“Katanya makam sudah tidak ada. Kenyataannya, makam Mbah Priuk masih ada disana. Saya ceritakan, upaya menggusur itu sudah pernah juga dilakukan sejak zaman pemerintah Hindia Belanda dan akhirnya memakan banyak korban. Usaha juga tidak berhasil. Belum lama ini, ada upaya memojokkan situs makam. Hasilnya, 12 orang tengeng, lehernya enggak bisa bergerak,” kisah Yan, dalam pertemuan mediasi dengan pihak PT Pelindo II, di Gedung Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Yan mengatakan, makam Mbah Priuk, percaya atau tidak, diyakini sebagai paku bumi Jakarta Utara. Makam penyebar agama Islam di Jakarta itu, bukan hanya makam, namun merupakan situs sejarah.

“Dari Mbah Priuk, nama Tanjung Priuk itu ada. Sejak dulu kami sudah mengingatkan, jangan dipaksakan. Dan kemarin (insiden bentrokan) buktinya. Banyak kerugian materi dan nyawa. Ini makam Wali Allah,” kata Yan kembali mengingatkan.

Ia meminta, pihak Pelindo menghormati keberadaan makam tersebut. “Jangan ada pemikiran untuk memindahkan makam, jangan pernah coba-coba. Kalau coba-coba, saya tidak tanggung jawab jika terjadi sesuatu,” kata Yan.

Hasil mediasi pada hari ini, akhirnya mencapai kesepakatan bahwa makam Mbah Priuk akan tetap pada tempatnya. Yang mengalami pergeseran posisi hanya letak gapura dan pendopo tempat majelis dzikir.

Lokasi kompleks makam Mbah Priuk memang terletak di tengah pusat aktivitas peti kemas Pelabuhan Tanjung Priuk. Pihak Pelindo menjanjikan akan membuat underground channel alias terowongan untuk akses peziarah dan menyediakan lahan parkir di Jalan Jiampea. Akses khusus ini dibuat agar tidak mengganggu kegiatan peti kemas di pelabuhan.
<a href="https://lautkubiru.files.wordpress.com/2010/04
/1655466620×2851.jpg”>