MUI: Film “Hantu Puncak Datang Bulan” Melanggar Kode Etik

DEPOK–Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Depok, KH Muhammad Idris Abdul Somad, mengatakan, film “Hantu Puncak Datang Bulan” melanggar kode etik penyiaran. Film yang dibintangi Trio Macan dan Andi Soraya tersebut dinilainya tidak sesuai dengan syariah ajaran Islam. Menurutnya, meskipun ada kebebasan dalam Islam, namun, kebebasan tersebut harus tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

“Kebebasan yang ideal dalam Islam apabila tidak melanggar norma-norma yang ada,” ujar Idris, di Depok, Rabu (03/2).

Menurut Idris, sebenarnya Islam tidak menghambat seseorang dalam berekspresi. Hanya saja, kata Idris, eskpresi itu tidak boleh melampaui aturan dan norma. Idris menjelaskan, kebebasan seseorang baik dalam seni maupun mencari nafkah terbuka seluasnya, tentunya halal dan baik.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan, ada batasan yang harus dilalui dan tidak boleh dilanggar karena dapat berimbas pada pola hidup bermasyarakat. Jika di dalamnya ada unsur mempertontonkan aurat pada publik, jelas melanggar kode etik penyiaran. Aturan-aturan tersebut, lanjut Idris, tidak hanya pada pemutaran film yang menampilkan pornografi dan kekerasan tersebut, tapi semua yang mengandung pornografi dan kekerasan.

Meski demikian, ia mengaku jika MUI hanyalah sebuah lembaga yang hanya bisa memfatwakan atau mengarahkan saja kepada masyarakat tentang kedudukan hukum suatu masalah, tidak bisa menghentikan. “MUI sudah menjelaskan masalah yang mengandung pornografi. Itu sekedar fatwa dan bersifat arahan agama. Yang lebih berhak lagi dalam penentuan hukum ya yang berwenang,” terangnya.

Diakuinya, langkah yang akan ditempuh pihak MUI adalah dengan melakukan desakan pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang memiliki wenang dalam memberikan izin dan keberatan dengan pemutaran film tersebut.

3 Tanggapan

  1. film-film indonesia sekarang sangat mengerikan. Dengan “baju” film horror, ternyata “daleman”nya adalah film porno. Datangnya artis porno dari luar negeri seakan-akan menunjukkan pada kita semua bahwa masyarakat indonesia sekarang lebih menyukai film genre seperti itu. dan mereka diam saja

    salam,
    Bolehngeblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: