Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

menghadapi masalah besar; hilangnya tausiyah keagamaan dari para ulama serta berkurangnya imam masjid. Informasi ini disampaikan Dr Zakariya Ziyad, ketua Ikatan Pelajar Muslim di Jepang seperti dilansir majalah mingguan berbahasa Arab al-Alam al Islamy terbitan Muharram 1428 Hijriyah.muslim_japan3c2

Kegundahan tak hanya dirasakan umat Muslim asli Jepang melainkan juga oleh mereka yang pendatang di negeri Sakura tersebut. Sebelumnya, sambung Zakariya, Muslim di Jepang banyak menerima siraman agama dan nasehat-nasehat keagamaan yang disampaikan para ulama dari berbagai lembaga Islam terkemuka seperti dari Al Azhar Mesir dan Rabithah ‘Alam Islami (Ikatan Islam se-Dunia) serta sejumlah perguruan tinggi Islam. Tak hanya itu, lembaga Islam terkemuka tersebut sempat mendidik sejumlah muslim di Jepang untuk mendalami agama.muslim_japan3

Sayangnya, kata Zakariya menjelaskan, belakangan ini para ulama dari berbagai lembaga Islam terkemuka tersebut meninggalkan Jepang dan banyak melakukan kegiatan dakwah di negara-negara Barat. ”Para ulama dari lembaga Islam terkemuka tersebut belakangan lebih banyak memperhatikan perkembangan Islam di Barat dan meninggalkan kawasan Timur Asia khususnya Jepang. Padahal, kawasan Timur Asia terutama Jepang masih sangat membutuhkan banyak bimbingan dan nasehat keagamaan yang disampaikan oleh para ulama,” jelasnya.

imageSelain hilangnya bimbingan agama dari para ulama yang selama ini rajin memberikan pencerahan muslim Jepang, Zakariya lebih lanjut mengungkapkan umat muslim Jepang juga dihadapkan persoalan yang tak kalah peliknya yakni mulai berkurangnya imam masjid. ”Terus terang ada hal yang sangat mengkhawatirkan, masjid-masjid di Jepang kebanyakan tidak memiliki imam maupun dai yang mumpuni tentang Islam. Kalau ada imam, pengetahuan tentang Islam masih sangat minim,” tambah Zakariya.
muslim_japan5
Karena itulah, sambung Zakariya, sejumlah lembaga Islam terkemuka di dunia diminta untuk memperhatikan kondisi yang ada dan dirasakan umat Muslim Jepang. Menurut dia, Jepang sangat potensial untuk pengembangan dakwah Islam. Masyarakat Jepang sesuai tabiatnya sangat terbuka untuk menerima kehadiran Islam dan umat Islam. “Selama ini sikap Jepang terhadap kehadiran Islam sangat baik, tidak seperti yang terjadi di sejumlah negara Barat.”

Zakariya mengakui, kegiatan dakwah Islam di Jepang belum mampu dimenej secara baik. Ini, kata dia, tak lepas dari minimnya orang yang memiliki ilmu mendalam tentang agama Islam di negeri yang masih perawan ini.muslim_japan6

imageKendala lainnya yang dihadapi umat Islam di Jepang, kata Zakariya, adalah masih terbatasnya jumlah masjid yang ada di Jepang. ”Secara keseluruhan, di Jepang jumlah masjid yang ada tidak lebih dari 50 buah. Sedangkan yang lain hanya berupa mushala-mushala kecil yang dikontrak umat Islam untuk digunakan tempat shalat semata. Jumlah ini tentu saja sangat kecil jika dibanding dengan jumlah umat Islam di Jepang yang kebanyakan dari mereka tidak mampu untuk membangun sebuah masjid, karena mahalnya biaya yang diperlukan untuk membangun dan merawat sebuah masjid,” ujarnya menambahkan.

Sekadar contoh, papar Dr Zakariya, biaya untuk sebuah masjid saja membutuhkan dana tak kurang dari 200 ribu dolar AS atau sekiar Rp 180 juta. Kondisi inilah yang membuat sulit umat muslim di Jepang untuk mendirikan sebuah masjid yang besar yang mampu menampung jamaah cukup besar. Akhirnya, kebanyakan umat Islam di Jepang hanya mengontrak sebuah bangunan atau rumah yang cukup digunakan untuk shalat, tanpa ada bimbingan agama dan dakwah.

imageSulitnya lagi, sambung Zakariya, di Jepang tak ada satu pun seorang mufti yang bisa memberikan fatwa-fatwa untuk kehidupan umat muslim di Jepang. ”Tidak ada satu pun seorang mufti yang tinggal di Jepang yang bisa memberikan penerangan dan dakwah Islamiyah. Karena itu kebanyakan kita mengakses fatwa-fatwa dari ulama luar yakni melalui jaringan internet.”

Padahal, kata Zakariyah menerangkan, jumlah umat muslim di Jepang cukup banyak yakni mencapai 150 ribu jiwa. ”Aneh rasanya, jumlah umat Islam cukup besar di Jepang tapi tak ada seorang mufti pun yang tinggal di Jepang untuk memberikan bimbingan dan nasehat agama yang benar. Sedangkan lima orang imam yang ada di Jepang selama ini pengetahuan agamanya jauh dari kesempurnaan.” (dam/RioL)

Bermimpi Mempunyai Sekolah Islam
Islamic Center Jepang mengawali sebuah projek besar akhir tahun lalu: membangun sekolah Islam. Kebutuhan ini, menurut situs resmi mereka, http://www.islamcenter.or.jp sudah sangat mendesak. “Untuk menjaga anak-anak Jepang yang Muslim dan anak-anak pendatang Muslim di Jepang agar tercukupi kebutuhan rohaninya dengan belajar agama,” ujar mereka.

imageSampai saat ini, tak ada sekolah khusus Muslim di Negeri Matahari Terbit itu. Anak-anak Muslim belajar agama hanya di Islamic Center atau masjid-masjid besar saja. Seiring dengan meningkatnya jumlah Muslim, kapasitas ruang belajar makin menjadi sempit.

Menurut mereka, keinginan mendirikan sekolah Islam sudah lama ada. Seiring meningkatnya jumlah mualaf, mereka mengidamkan adanya tempat pembelajaran Islam dengan pengantar bahasa ibu (bahasa Jepang). Namun faktor pendanaan masih menjadi kendala utama. Maklum saja, harga tanah dan biaya pendirian bangunan di ibu kota Tokyo sangat mahal.

Namun usaha sungguh-sungguh mereka mulai membuahkan hasil. Tepatnya, akhir tahun lalu islamic Center Jepang berhasil membeli sebidang tanah yang berlokasi di samping Masjid Tokyo. Di lahan itulah sekolah Islam direncanakan berdiri.

Namun, mereka mungkin harus menyimpan dulu mimpi itu. Begitu tanah terbeli, kas Islamic Center langsung kosong. “Kita sedang menabung lagi untuk mendirikan bangunannya,” tulis situs itu. Maka tak ada kata penutup lain dalam surat itu selain, “Kami mengimbau saudara-saudara Muslim di seluruh dunia untuk mendukung kami… (tri/RioL)
tm08b

1-16-11, Ohara, Setagaya-Ku,Tokyo 156-0041
Tel: 03-3460-6169, Fax: 03-3460-6105
E-mail islamcjp@islamcenter.or.jp
URL : http://islamcenter.or.jp

6 Tanggapan

  1. assalamualaikum
    kami dari korea selatan mengucapkan salam perkenalan

    http://kmikorea.net/
    admin
    ketua kmikorea 2010
    arifin

  2. Assalamu’alaikum…
    saya dari Indonesia…
    salam persahabatan untuk kita semua…
    ingin rasanya bergabung bersama sahabat”disini dan di seluruh dunia untuk membantu menegakkan agama Allah dalam dakwah menurut cara Rasulullah saw..
    tolong bls email ini untuk membuat jaringan persahabatan diantara kita, umat muslim.
    Wassalamu’alaikum

  3. asalammualaikum,,
    Saya dari Indonesia…
    salam perkenalan umat muslim, marilah kita bertaqwa kepada Allah SWT yaitu menjalankan segala perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya, dimanapun kita berada dan dalam keadaan apapun,,
    Wassalam

  4. Aslm. salam kenal & persahabatan.
    semoga keadaan sahabat2 & saudara2 (muslim) kita di Asia Timur semakin membaik.
    Amien…

  5. Assalumualikum Wr Wb

    Hai semua Saudaraku seiman di Negeri Jepang
    Semoga rahmat Allah selalu tercurah kepada kita
    Saya dari Indonesia merasa sangat perihatin dengan kondisi kekurangan para ulama di sana. Semoga dalam waktu yang cepat keadaan tersebut dapat diatasi. Saya berharap saudara muslim disana agar saling melakukan da’wah sesuai kemampuan. Balighu anna walau ayah

  6. APABILA DATANG PERTOLONGAN ALLAH .MANUSIA BERBONDONG-BONDONG MASUK ISLAM. JEPANG YANG MASIH MINIM PENCERAHAN TENTANG ISLAM SEHARUSNYA NEGARA ISLAM JANGAN HANYA ASYIK AJA. BERMEGAH-MEGAH TAPI HARUS MELIHAT SAUDRA ISLAMNYA YANG MEMBUTUH BANTUAN DALAM MENYIARKAN DAKWAH DAN PENDIDIKAN ISLAM DI NEGARA YANG MINIM ISLAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: