Iran Ujicoba Misil dalam Latihan Perang

TEHERAN-Iran menyatakan mengujicoba tiga misil jarak dekat pada hari Minggu dan akan segera mengujicoba senjata jarak jauhnya, yang diduga mampu mencapai Israel.

Jenderal Hossein Salami mengatakan ujicoba akan berlangsung dalam tiga tahap.

Menurut Salami, Iran akan mengujicoba misil jarak menengah Shahab 1 dan Shahab 2 pada Minggu malam, dan misil jarak jauh Shahab 3 pada hari Senin. Iran menyatakan Shahab 3 berdaya jelajah hingga 2 ribu kilometer, sehingga membuat Israel dan beberapa pangkalan militer Amerika dalam jangkauannya.

Salami, panglima angkatan udara pada pasukan elit Pengawal Revolusi, menyatakan, Iran juga mengujicoba sebuah peluncur misil untuk pertama kalinya dalam latihan mereka pada hari Minggu.

Iran pekan ini mengungkapkan bahwa negara itu membangun fasilitas pengayaan uranium yang kedua, meskipun PBB menuntut agar Iran berhenti memproses materi yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir.

Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates hari Minggu mengutarakan bahwa apa yang disebutnya sebagai muslihat Iran itu dapat memicu sanksi-sanksi tambahan yang lebih keras. voa/rr

Osama Kirim Pesan untuk Warga Amerika

1525256531-osama-kirim-pesan-untuk-warga-amerika
VIVAnews – Pemimpin jaringan teroris al Qaida, Osama bin Laden, mengeluarkan pesan suara baru dalam sebuah laman Islam, Senin 14 September 2009. Dalam pesan itu, bin Laden memperingatkan warga Amerika Serikat (AS) mengenai persahabatan pemerintah AS dengan Israel.

Bin Laden juga mengatakan presiden Barack Obama tidak mampu menghentikan perang di Irak dan Afganistan. “Bin Laden menuding perang yang terjadi saat ini di Timur Tengah merupakan kedok bagi lobi Israel dan kepentingan korporat,” demikian disampaikan firma pengawas teroris, SITE Intelligence Group, yang menerjemahkan pesan tersebut.

Pesan berdurasi sepuluh menit itu berjudul ‘Pernyataan untuk Warga AS’. Gambar bin Laden dipampang di laman yang kerap digunakan al Qaida itu sepanjang pesan suara. Pesan ini diunggah tiga hari setelah peringatan delapan tahun tragedi 11 September 2001.

Juni lalu, bin Laden mengatakan Obama telah menyebarkan benih balas dendam dan kebencian terhadap AS di dunia Muslim. Pesan itu disampaikan sebelum Obama menyampaikan pidato di Mesir. Dalam pidato itu, Obama mengajak umat Muslim untuk memperbarui hubungan dengan AS. (AP)

Muslim Jepang Rindu Bimbingan Agama

menghadapi masalah besar; hilangnya tausiyah keagamaan dari para ulama serta berkurangnya imam masjid. Informasi ini disampaikan Dr Zakariya Ziyad, ketua Ikatan Pelajar Muslim di Jepang seperti dilansir majalah mingguan berbahasa Arab al-Alam al Islamy terbitan Muharram 1428 Hijriyah.muslim_japan3c2

Kegundahan tak hanya dirasakan umat Muslim asli Jepang melainkan juga oleh mereka yang pendatang di negeri Sakura tersebut. Sebelumnya, sambung Zakariya, Muslim di Jepang banyak menerima siraman agama dan nasehat-nasehat keagamaan yang disampaikan para ulama dari berbagai lembaga Islam terkemuka seperti dari Al Azhar Mesir dan Rabithah ‘Alam Islami (Ikatan Islam se-Dunia) serta sejumlah perguruan tinggi Islam. Tak hanya itu, lembaga Islam terkemuka tersebut sempat mendidik sejumlah muslim di Jepang untuk mendalami agama.muslim_japan3

Sayangnya, kata Zakariya menjelaskan, belakangan ini para ulama dari berbagai lembaga Islam terkemuka tersebut meninggalkan Jepang dan banyak melakukan kegiatan dakwah di negara-negara Barat. ”Para ulama dari lembaga Islam terkemuka tersebut belakangan lebih banyak memperhatikan perkembangan Islam di Barat dan meninggalkan kawasan Timur Asia khususnya Jepang. Padahal, kawasan Timur Asia terutama Jepang masih sangat membutuhkan banyak bimbingan dan nasehat keagamaan yang disampaikan oleh para ulama,” jelasnya.

imageSelain hilangnya bimbingan agama dari para ulama yang selama ini rajin memberikan pencerahan muslim Jepang, Zakariya lebih lanjut mengungkapkan umat muslim Jepang juga dihadapkan persoalan yang tak kalah peliknya yakni mulai berkurangnya imam masjid. ”Terus terang ada hal yang sangat mengkhawatirkan, masjid-masjid di Jepang kebanyakan tidak memiliki imam maupun dai yang mumpuni tentang Islam. Kalau ada imam, pengetahuan tentang Islam masih sangat minim,” tambah Zakariya.
muslim_japan5
Karena itulah, sambung Zakariya, sejumlah lembaga Islam terkemuka di dunia diminta untuk memperhatikan kondisi yang ada dan dirasakan umat Muslim Jepang. Menurut dia, Jepang sangat potensial untuk pengembangan dakwah Islam. Masyarakat Jepang sesuai tabiatnya sangat terbuka untuk menerima kehadiran Islam dan umat Islam. “Selama ini sikap Jepang terhadap kehadiran Islam sangat baik, tidak seperti yang terjadi di sejumlah negara Barat.”

Zakariya mengakui, kegiatan dakwah Islam di Jepang belum mampu dimenej secara baik. Ini, kata dia, tak lepas dari minimnya orang yang memiliki ilmu mendalam tentang agama Islam di negeri yang masih perawan ini.muslim_japan6

imageKendala lainnya yang dihadapi umat Islam di Jepang, kata Zakariya, adalah masih terbatasnya jumlah masjid yang ada di Jepang. ”Secara keseluruhan, di Jepang jumlah masjid yang ada tidak lebih dari 50 buah. Sedangkan yang lain hanya berupa mushala-mushala kecil yang dikontrak umat Islam untuk digunakan tempat shalat semata. Jumlah ini tentu saja sangat kecil jika dibanding dengan jumlah umat Islam di Jepang yang kebanyakan dari mereka tidak mampu untuk membangun sebuah masjid, karena mahalnya biaya yang diperlukan untuk membangun dan merawat sebuah masjid,” ujarnya menambahkan.

Sekadar contoh, papar Dr Zakariya, biaya untuk sebuah masjid saja membutuhkan dana tak kurang dari 200 ribu dolar AS atau sekiar Rp 180 juta. Kondisi inilah yang membuat sulit umat muslim di Jepang untuk mendirikan sebuah masjid yang besar yang mampu menampung jamaah cukup besar. Akhirnya, kebanyakan umat Islam di Jepang hanya mengontrak sebuah bangunan atau rumah yang cukup digunakan untuk shalat, tanpa ada bimbingan agama dan dakwah.

imageSulitnya lagi, sambung Zakariya, di Jepang tak ada satu pun seorang mufti yang bisa memberikan fatwa-fatwa untuk kehidupan umat muslim di Jepang. ”Tidak ada satu pun seorang mufti yang tinggal di Jepang yang bisa memberikan penerangan dan dakwah Islamiyah. Karena itu kebanyakan kita mengakses fatwa-fatwa dari ulama luar yakni melalui jaringan internet.”

Padahal, kata Zakariyah menerangkan, jumlah umat muslim di Jepang cukup banyak yakni mencapai 150 ribu jiwa. ”Aneh rasanya, jumlah umat Islam cukup besar di Jepang tapi tak ada seorang mufti pun yang tinggal di Jepang untuk memberikan bimbingan dan nasehat agama yang benar. Sedangkan lima orang imam yang ada di Jepang selama ini pengetahuan agamanya jauh dari kesempurnaan.” (dam/RioL)

Bermimpi Mempunyai Sekolah Islam
Islamic Center Jepang mengawali sebuah projek besar akhir tahun lalu: membangun sekolah Islam. Kebutuhan ini, menurut situs resmi mereka, http://www.islamcenter.or.jp sudah sangat mendesak. “Untuk menjaga anak-anak Jepang yang Muslim dan anak-anak pendatang Muslim di Jepang agar tercukupi kebutuhan rohaninya dengan belajar agama,” ujar mereka.

imageSampai saat ini, tak ada sekolah khusus Muslim di Negeri Matahari Terbit itu. Anak-anak Muslim belajar agama hanya di Islamic Center atau masjid-masjid besar saja. Seiring dengan meningkatnya jumlah Muslim, kapasitas ruang belajar makin menjadi sempit.

Menurut mereka, keinginan mendirikan sekolah Islam sudah lama ada. Seiring meningkatnya jumlah mualaf, mereka mengidamkan adanya tempat pembelajaran Islam dengan pengantar bahasa ibu (bahasa Jepang). Namun faktor pendanaan masih menjadi kendala utama. Maklum saja, harga tanah dan biaya pendirian bangunan di ibu kota Tokyo sangat mahal.

Namun usaha sungguh-sungguh mereka mulai membuahkan hasil. Tepatnya, akhir tahun lalu islamic Center Jepang berhasil membeli sebidang tanah yang berlokasi di samping Masjid Tokyo. Di lahan itulah sekolah Islam direncanakan berdiri.

Namun, mereka mungkin harus menyimpan dulu mimpi itu. Begitu tanah terbeli, kas Islamic Center langsung kosong. “Kita sedang menabung lagi untuk mendirikan bangunannya,” tulis situs itu. Maka tak ada kata penutup lain dalam surat itu selain, “Kami mengimbau saudara-saudara Muslim di seluruh dunia untuk mendukung kami… (tri/RioL)
tm08b

1-16-11, Ohara, Setagaya-Ku,Tokyo 156-0041
Tel: 03-3460-6169, Fax: 03-3460-6105
E-mail islamcjp@islamcenter.or.jp
URL : http://islamcenter.or.jp

Muhammadiyah Pastikan Idul Fitri Minggu 20 September

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan, Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah jatuh pada 20 September 2009. Muhammadiyah mengacu pada hasil hisab (perhitungan) kalender.

Sementara itu, Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia baru akan melangsungkan sidang isbat penetapan Idul Fitri pada 19 September.

Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fatah Wibisono mengatakan, hasil hisab itu sudah dicantumkan dalam maklumat PP Muhammadiyah Nomor 06/MLM/I.0/E/2009 tentang Penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 1 Zulhijah tertanggal 23 Juli 2009. Penetapan berdasarkan sidang hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah di Yogyakarta pada 11 Juni 2009.

”Majelis memedomani hisab hakiki wujudul hilal dan hasilnya 1 Syawal 1430 Hijriah jatuh pada 20 September 2009,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Departemen Agama Bahrul Hayat mengatakan, pemerintah belum menentukan Idul Fitri secara resmi. Rencananya, Depag baru akan menggelar sidang isbat pada 19 September.

Hargai

Pemerintah menghargai keputusan Muhammadiyah yang telah menetapkan tanggal Idul Fitri. Hal itu adalah hak setiap organisasi massa dalam menentukan hari raya keagamaan yang disesuaikan dengan keyakinan dan cara perhitungan masing-masing. ”Itu adalah keputusan internal Muhammadiyah sebagai sebuah ormas. Berdasarkan hisab atau perhitungan mereka, Idul Fitri jatuh pada hari Minggu,” ujarnya.

Meski demikian, Bahrul berharap masyarakat mengikuti hasil sidang isbat. Dalam sidang itu, semua ormas Islam, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, akan diundang dan dilibatkan dalam Dewan Hisab dan Rukyat Departemen Agama.

Bahrul menegaskan pentingnya kebersamaan dan persatuan umat. ”Penetapan hari Idul Fitri oleh Depag sebagai wakil pemerintah juga bukan untuk kepentingan salah satu ormas tertentu,” katanya.

Ia berharap masyarakat dan semua komponen ormas Islam bersabar menunggu sidang isbat dan merayakan Idul Fitri tahun ini dengan mengikuti keputusan pemerintah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan mengakui, ada dua metode penetapan awal bulan, yakni hisab dan rukyat hilal. Hasil kedua metode itu bisa saja berbeda.

Hisab hakiki merupakan penghitungan awal bulan dalam tahun Hijriah, yang antara lain menggabungkan ilmu falak dan matematika. Sementara rukyat hilal mengutamakan pengamatan langsung hilal atau bulan sabit pada hari pertama sebagai dasar penetapan awal bulan. (RAZ/REK/kcm)JAKARTA – SURYA

Melihat dan Menumpas Setan

20090819152854Dalam sebuah kisah, seorang lelaki dari bani Israil berpuasa selama 70 tahun. Setiap tahun ia hanya berbuka tujuh hari. Selama berpuasa, dia selalu bermohon kepada Allah agar diberi kemampuan melihat setan yang senantiasa menggoda manusia. Meskipun doa itu dipanjatkan terus menerus, namun Allah tetap menangguhkannya. Karena merasa sudah terlalu lama permohonannya tidak dikabulkan, suatu ketika lelaki itu bergumam, ”seandainya aku dapat mengetahui berbagai kesalahan serta doa yang aku perbuat kepada Tuhanku, niscaya yang demikian itu lebih baik daripada perkara yang aku minta selama ini”.

Sesaat kemudian, atas perintah Allah, malaikat datang menemui lelaki itu dan berkata, ”sesungguhnya Allah telah mengutusku untuk menemui kamu. Dia (Allah) berkata bahwasannya pernyataan yang baru saja kamu ucapkan tadi lebih disenangi oleh-Nya daripada ibadah (puasa) yang telah lama kamu jalankan itu”. Si pembawa pesan itupun menghilang.

Tak lama setelah malaikat pergi, lelaki dari bani Israil tadi dianugerahi oleh Allah kemampuan melihat setan sehingga saat itu langsung dapat menyaksikan rombongan setan yang mengepung manusia di bumi. Itulah kisah yang bersumber dari Wahab bin Munabbih.

Setan memang tidak akan pernah berhenti mengepung dan menggoda manusia. Mereka datang dari berbagai penjuru; dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri (QS. 7:17), dan itu akan berlangsung terus hingga kiamat tiba (QS. 17:62). Dalam memperkuat godaan mereka untuk menyesatkan manusia, para setan dibantu teman-temannya (orang-orang kafir dan fasik) tanpa kenal lelah (QS. 7:202).

Dalam konteks kekinian, wujud setan semakin beragam. Kekuatan godaannya pun makin dahsyat. Di era globalisasi informasi, setan bisa berupa paket-paket informasi tertentu, atau kemasan acara tertentu. Di tengah semaraknya produk-produk film, terutama film impor, setan bisa menyusup sebagai pemeran atau pemain. Setan juga dapat menyelinap dalam botol minuman-minuman tertentu. Dalam tataran organisatoris, kumpulan setan bisa bergabung dengan OTB (organisasi tanpa bentuk). Dan masih sangat banyak lagi yang lain, yang seluruhnya bisa disimpulkan, setan adalah tempatnya kesalahan, atau sebaliknya, kesalahan/kebatilan adalah tempatnya setan.

Memohon kepada Allah agar manusia diberi kemampuan ”melihat berbagai wujud setan” terasa kian relevan di era ketika batas-batas antara ”setan” dengan ”yang bukan setan” kian pudar. Padahal batas tegas itu sangat diperlukan agar fokus sasaran perlawanan manusia tidak meleset. Sangat ironis bila yang dilawan justru hal-hal yang seharusnya didukung. Sebaliknya, tak kalah ironisnya jika yang didukung adalah perkara-perkara yang semestinya diprotes.

Yang menarik dari kisah di awal adalah, permohonan untuk dapat ”melihat setan” dikabulkan setelah sang pemohon tergerak hatinya untuk mengetahui terlebih dahulu berbagai kesalahan atau dosa yang pernah diperbuatnya. Mampu melihat atau mengetahui kesalahan/dosa berarti mampu ”melihat setan”. Maka alangkah indahnya bila setiap orang mampu ”melihat setan”.

”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS. 7:201). Bila dengan bertakwa dan mengingat Allah, manusia bisa ”melihat setan”, maka hanya dengan bertakwa dan mengingat Allah itu pula satu-satunya cara untuk melawan segala macam bentuk setan yang dilihat, termasuk setan yang belum sempat dilihat. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. ahi

Lailatul Qadar

20090907121116
Lailatul qadar, sering juga disebut Malam Kemuliaan. Inilah malam turunnya takdir Allah yang baik bagi hamba-Nya. Ibadah di malam mulia ini lebih baik dari beribadah seribu bulan (Q. S. 87: 2). Pada malam lailatul qadar para malaikat dan Jibril berdesakan turun ke bumi membawa segala urusan yang baik. Rizki, ilmu pengetahuan, kebahagiaan, keberkahan, dan sebagainya diberikan kepada hamba-hambaNya yang beribadah di malam yang mulia ini (Q. S. 87: 3 dan 89: 16). ”Di saat lailatul qadar,” sabda Nabi SAW, ”Jibril dan malaikat yang lainnya turun ke bumi, seraya memohon ampunan dan keselamatan bagi setiap hamba Allah yang beribadah di malam lailatul qadar.” Karena kemuliaannya, banyak orang Islam yang lalu menantikan lailatul qadar, dengan berbagai kegiatan ibadah. Keadaan ini akan bertambah khusuk bila tiba sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Mereka bersandar pada hadis Nabi riwayat Aisyah ra: ”Jika telah datang sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih mempererat ibadahnya, dan beliau membangunkan seluruh keluarganya.”

Hadis di atas memotivasi umat Islam agar bertambah giat beribadah. Terlihat, di berbagai masjid, umat Islam khusuk beribadah, ada yang tadarus Alquran, salat tarawih, salat malam, mengkaji ilmu-ilmu keislaman serta berbagai kegiatan ibadah lainnya. Ini karena Rasulullah SAW telah memberi gambaran bahwa untuk mendapatkan lailatul qadar harus beribadah secara sungguh-sungguh di bulan yang penuh berkah ini. Minimal ada dua syarat untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Pertama, fal yastajibu li, hendaknya memenuhi segala ketentuan-ketentuan Allah dan menjauhi berbagai larangan-Nya secara konsekuen dan konsisten. Kedua, fal yu’minu bi, memantapkan keyakinan kepada Allah atas segala janji-janji-Nya.

Dua kriteria di atas merupakan syarat akan dipenuhinya segala permohonan. Firman-Nya, ”Aku akan mengambulkan permohonan orang-orang yang berdoa, bila mereka memohon kepadaKU.” (Q. S. 2: 186). Lalu, apa hikmah dari malam lailatul qadar? Orang yang mendapat lailatul qadar, dalam hidupnya akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk ke jalan lurus, al-shirath al-mustaqim. Artinya, ia akan mendapat aspirasi dan inspirasi untuk menatap hidup masa mendatang yang lebih baik. Kita amat kerap berikrar: Tunjukilah kami jalan lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka (Q. S. 1: 5-7). Petunjuk jalan yang lurus itu akan tersingkap di saat tiba lailatul qadar. Semoga. ahi

450 Adegan Progam Ramadan Tak Layak Tayang

Penyiaran Indonesia (KPI) mencatat selama satu minggu pertama Ramadan, telah terjadi 450 adegan pada program Ramadan yang tidak layak tayang karena mengandung unsur kekerasan dan pelecehan.
“Kebanyakan tayangan Ramadan hanya memberikan hiburan tanpa pelajaran yang bermakna,” ujar Fetty Fajriati, Wakil Ketua KPI, di Jakarta, Kamis (3/9).

Ia menuturkan, materi dialog tidak memperlihatkan usaha menyesuaikan dengan suasana Ramadan. Pengisi acara saling mencemooh dengan kata-kata kasar. “Perempuan masih menjadi pelecehan dalam lawakan,” ucapnya.

Tayangan Ramadan juga mempertontonkan perilaku kekerasan dengan di antara pembawa dan pengisi acara. “Memang untuk membuat tertawa pemirsa. Namun hal itu tidak sepantasnya ditayangkan, apalagi banyak anak-anak yang melihatnya,” tutur Fetty.

Selain itu, lanjut dia, pertanyaan yang pada kuis tayangan Ramadan juga tidak mendidik dan . tidak berhubungan dengan Ramadan atau pengetahuan agama lainnya. “Bisa saja pertanyaan yang ada berkaitan dengan masalah keagamaan. Selain mendapatkan hiburan, pemirsa juga mendapat pengetahuan agama,” ujarnya.

Lebih jauh Fetty mengatakan, nuansa agamis belum terasa pada minggu pertama bulan Ramadan ini, informasi siaran agama masih minim. Dari 18 jam, siaran agama hanya berdurasi 20 sampai 30 menit. “Itu pun bersifat dialog dan ditayangkan pagi hari setelah Subuh,” kata dia.
Fetty menyayangkan hal tersebut, menurutnya para stasiun televisi harus menambah durasi bagi tayangan agama. “Pada sisa bulan Ramadan seharusnya ada perbaikan. Perbaiki kualitas tayangan agar bulan Ramadan dapat pembangunan akhlak,” pungkasnya. kcm