Aksi Uighur Ditumpas, 140 Tewas

BEIJING-SURYA-Sedikitnya 140 orang tewas dan 828 lainnya luka setelah terlibat bentrok dengan polisi di kota Urumqi, Xinjiang, Minggu (5/7). Insiden itu bermula dari demonstrasi damai yang berubah rusuh ketika para demonstran menolak bubar.

Aksi demonstrasi ini merupakan respons kekesalan etnis Uighur atas insiden 26 Juni. Menurut Alim Seytoff, juru bicara World Uighur Congress (WUC) yang berbasis di Washington DC AS, saat itu dua etnis Uighur dikeroyok sampai mati oleh sekelompok orang dari etnis Han di Guangdong.

Aksi 3.000 demonstran itu semula berjalan damai di pusat kota Urumqi yang didominasi etnis Han. Mereka menuntut penyelidikan terhadap insiden di Guangzhou. Menurut Alim, sampai sekarang tidak satu pun penganiaya yang ditangkap dan diadili. Bahkan, warga etnis Uighur yakin korban tewas di Guangzhou lebih dari dua.

Namun suasana itu berubah menjadi brutal ketika polisi mulai bergerak membubarkan mereka dengan cara menembakkan gas air mata dan peluru tajam. Para demonstran dari etnis muslim Uighur itu pun membalas. Mereka membakar sejumlah toko dan ratusan mobil.
Menurut Alim, polisi juga menyerbu sejumlah universitas yang banyak mahasiswanya ikut demonstrasi. Menurutnya, banyak mahasiwa tewas di depan gerbang universitas karena berondongan peluru tajam polisi.
“Polisi menyerbu Universitas Xinjiang dan beberapa universitas lain. Mereka mereka masuk asrama dan menangkapi para mahasiswa,” kata Alim.
Menurut catatan kantor berita Xinhua, kerusuhan itu mengakibatkan 260 mobil dirusak dan dibakar, serta 203 rumah rusak. Penumpasan demonstrasi itu mengakibatkan 140 orang tewas dan 828 luka. Mengutip pernyataan resmi pemerintah, sedikitnya 90 orang ditahan. “Jumlah korban tewas bisa bertambah,” demikian kata Xinhua.
Gubernur Xinjiang Nur Bekri mengatakan Senin (6/7) pagi, bahwa aksi demonstrasi itu digerakkan dari luar negeri. Ia menuduh Rebiya Kadeer, perempuan mantan pengusaha dan pendiri WUC di AS lah biangnya. “Rebiya menelepon orang di China pada 5 Juli untuk memprovokasi. Situs internet juga digunakan untuk memobilisasi dan menyebarkan propaganda,” kata Bekri.
Uighur adalah salah satu etnis di China yang punya kaitan dengan Turki. Seperti Yahudi, etnis ini berdiaspora dan komunitasnya terdapat di Kazakhstan, Pakistan, Kirgizstan, Mongolia, Uzbekistan, Australia, Jerman dan Turki. Namun, etnis ini banyak ditemui di Provinsi Xinjiang China. Tetapi di kota Urumqi, etnis ini hanya merupakan bagian kecil dari penduduk setempat atau hanya beberapa puluh ribu jiwa. Urumqi masih dikuasai etnis Han yang jumlahnya mencapai 2,3 juta jiwa.

Menurut Dru Galdney, antropolog di Pomona College di California, aksi protes Minggu itu sangat spesifik. “Urumqi merupakan pusat kekuasaan dan pengaruh China di Xinjiang. Belum pernah ada aksi demonstrasi sejak awal 1990-an. Jadi demonstrasi itu sangat aneh,” katanya.

Nicholas Bequelin dari Human Rights Watch sepakat dengan pendapat itu. Menurutnya, bukan saja karena porsi Uighur yang sangat kecil, tetapi juga karena ketatnya keamanan di Xinjiang. “Artinya jumlah korban jiwa sebanyak itu sangat mengejutkan dan ini berarti merupakan pelanggaran hukum,” kata Bequelin.

Sebagai sebuah bangsa, Uighur pernah berjaya ketika mendirikan sebuah kekaisaran antara 744 sampai 840 Masehi yang wilayahnya terbentang dari Laut Kaspia hingga Manchuria. Dalam konteks China, Uighur dikenal sebagai etnis yang ingin melepaskan diri dari pemerintah China, seperti Tibet. Karena itu etnis ini lebih senang menyebut wilayahnya sebagai Uirghustan atau Turkestan (Turkistan) Timur, ketimbang Xinjiang (wilayah baru, red), sebutan resmi yang mereka anggap sebagai serangan. Sebanyak 45 persen penduduk provinsi ini berasal dari etnis Uighur.

China kerap menuduh kelompok-kelompok perlawanan Uighur bertanggung jawab atas serangkaian serangan pada periode 1980-1990. Namun perlawanan menjadi sepi menjelang hingga selesainya Olimpiade Beijing pada Agustus 2008.ap/tim/sas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: