apa jihad itu harus dengan kekerasan(membunuh)

menurut saya pribadi jihad bukan dengan merusak atau membunuh,,dan kalau jihad harus liat liat daerah donk..di indonesia sendiri gak dalam keadaan perang,,kenapa harus di rusak kenapa harus di bom…kenapa nordin gak beroperasi di negaranya sendiri..malaysia sendiri punya pulau buat judi kenapa kok gak dibom,,ama nordin m top cs..apa judi gak haram di malaysia…saya juga muslim saya juga gak rela saudara2 saya sesama muslim di injak2 atau didholimi..waktu bom mariot ada juga korban orang2 muslim..apa mereka salah bekerja demi anak istri di tempat itu..mereka yang kehilangan keluarganya gara2 bom mariot juga banyak yang muslim SEBENARNYA YANG TERDHOLIM MERAKA APA PARA BOMBERS (TERORIS) anak2 kehilangan bapaknya gara2 bom di jkt itu.. BUAT SAUDARA2KU SESAMA MUSLIM APAPUN GOLONGANYA MARI BERSATU JAGA LINGKUNGAN KITA MASING2 DEMI KEAMANAN DAN PEACE AND LOVE. BUAT PARA BOMBERS CS BELUM PUASKAH KAMU MEMBUNUH SAUADARA2MU SENDIRI….kamu di indonesia telah mendholimi anak2 korban bom..saya yakin kamu pasti masuk neraka…NABI BESAR MUHAMMAD S.W.T tidak pernah mengajarkan kita untuk membunuh saudara sendiri atau bukan ,,kalau tidak dalam keadaan perang….

by azizi nakata

Mulla, Sang Ratu Kecantikan Moral

RIYADH | SURYA.CO.ID — Aya Ali al-Mulla dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan Arab Saudi di Riyadh, Jumat (24/7). Dia mengalahkan 274 pesaing dan berhak atas hadiah uang, perhiasan, mahkota, dan perjalanan ke Malaysia.mulla-moral

Semuanya diperoleh tanpa memperlihatkan wajah yang terus tertutup cadar. Dengan baju hitam abaya yang menutupinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, gadis berusia 18 tahun itu disebut sebagai ”Ratu Kecantikan Moral”.

Dalam kontes ini sama sekali tidak ada sesi memakai baju renang atau gaun malam seperti biasa dilakukan pada kontes kecantikan. Selain mendapatkan hadiah, pemenangnya juga harus menjalani ujian selama tiga bulan, harus membuktikan bakti kepada orangtua, keluarga, dan masyarakat.

Tidak jelas apa yang dilakukan Mulla hingga dia dapat mengalahkan pesaingnya. Akan tetapi, harian Al-Watan melaporkan, gadis lulusan SMA itu memiliki nilai bagus dan berharap dapat melanjutkan ke sekolah kedokteran. Kontes kecantikan yang fokus pada kecantikan fisik tidak pernah ada pada kebudayaan Arab. Penyelenggara Kontes Kecantikan Moral ini, Khadra al-Mubarak, menyatakan tetap fokus pada kecantikan dari dalam. AP/AFP/JOE/kompas

Sufi, Benarkah Itu Ajaran Nabi?

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi akhir zaman dan da’i yang menyeru kepada jalan Allah dengan ilmu dan keterangan.

Amma ba’du. Saudara-saudaraku sekalian kaum muslimin -semoga Allah semakin mempererat tali persaudaraan kita karena-Nya- perjalanan hidup kita di alam dunia merupakan sebuah proses perjuangan untuk menggapai keridhaan-Nya. Kita hidup bukan untuk berhura-hura atau memuaskan hawa nafsu tanpa kendali agama. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (hanya) kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)baca selengkapnya..

Perempuan Miliki Hak, Tak Termasuk Eksploitasi Tubuh

By Republika Newsroom
Selasa, 23 Juni 2009 pukul 16:46:00
42-19260551
JAMBI–Kaum perempuan saat ini memiliki hak untuk bersikap. Alih-alih menggunakan hak itu untuk mengeksplorasi intelektualitas, jutru banyak yang mengeksploitasi tubuh untuk tujuan tertentu.

Dosen Psikologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Thaha Saefuddin (STS) Jambi yang juga aktivis perempuan, Rizky mengatakan, menggunakan hak bukan berarti mengeksploitasi tubuh untuk tujuan tertentu. “Masih banyak kalangan perempuan masih salah dalam menafsirkan hak atas tubuhnya.”Ada perempuan terlampau berani dalam mengeskploitasi tubuhnya dengan alasan merupakan hak yang dimiliki,” katanya saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Langkan Budaya Taratak di Jambi, Senin malam (22/6).

Dalam diskusi yang digelar usai pemutaran film dokumenter bertajuk “Bagaimana hak perempuan atas tubuhnya”, Rizky menyatakan pemikiran salah itu perlu diluruskan oleh kaum perempuan yang ada di Indonesia, termasuk di Jambi. Dia menegaskan, perempuan harus mengetahui dimana batasan-batasannya dalam menggunakan hak tubuhnya sesuai dengan norma agama dan etika.

“Kebudayaan masyarakat timur seperti kita masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan rasa malu,” kata Rizki. Dia merasa prihatin jika ada perempuan yang menggunakan hak tubuhnya sebagai komoditi penghasil uang, dengan mengabaikan moral dan etika yang berlaku kuat di masyarakat.

“Bukan tubuh yang seharusnya digunakan, tetapi intelektualitas perempuan, sebab menggunakan tubuh untuk dijual sama saja menghilangkan hak diri sendiri sebagai perempuan,” tegasnya.

Pemutaran film dokumenter dengan istilah “screendocs regular” ini menjadi agenda rutin Langkan Budaya Taratak.

Diskusi berlangsung cukup menarik, tidak hanya kaum perempuan saja yang terpanggil untuk mengkaji sejuah mana hak mereka atas tubuhnya. Namun peserta pria pun tak ketinggalan menyampaikan tanggapannya atas hak tubuh perempuan itu.

“Terkadang kita sendiri tidak tahu, bagaimana hak kita atas tubuh kita sendiri. Apakah hak itu diatur dalam undang-undang, peraturan pemerintah atau peraturan daerah,” kata Novrita Amelya, aktris Teater Oranye yang mengikuti diskusi. (ant/rin)

CJH Masih Disuntik Enzim Babi

JAKARTA | SURYA.CO.ID – Calon jemaah haji (CJH) Indonesia untuk tahun 2009 ini tetap tidak bisa menghindari kewajiban disuntik vaksin meningitis (radang selaput otak). Sebab, meski vaksin itu diketahui mengandung enzim babi (porchine), pemerintah Saudi masih mewajibkan penggunaannya untuk siapapun orang asing yang masuk ke negara itu, termasuk calon jemaah haji.

“Alasannya, Arab Saudi merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang menjadi kawasan berjangkitnya meningitis, sehingga setiap orang yang menunaikan ibadah haji wajib diberi vaksin tersebut. Jika tidak dilaksanakan, maka orang yang bersangkutan tidak akan diberi visa haji,” kata Sekjen Departemen Kesehatan (Depkes), Sjafii Ahmad.

Terkait dengan itu, Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengatakan, jika ada CJH yang merasa ragu dengan vaksinasi tersebut, maka mereka menunda saja keberangkatan hajinya di tahun berikutnya, sembari menunggu kemungkinan ditemukannya vaksin itu tanpa enzim babi.

“Biar calon haji lainnya, yang sebanyak 800.000 dalam daftar tunggu, bisa terangkut,” kata Maftuh di sela-sela penjelasannya tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2009/1430 H di Jakarta. Seperti diketahui, vaksinasi meningitis untuk CJH mengundang kontroversi setelah sebuah penelitian dari LPPOM MUI (Majelis Ulama Indonesia) menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan ternyata mengandung enzim babi. Vaksin tersebut dibuat di Belgia.

Setelah penemuan itu, kehalalan vaksin tersebut kemudian dipertanyakan. Dikatakan Sjafii, sampai sejauh ini, di dunia hanya ada satu jenis vaksin meningitis yang dikeluarkan oleh perusahaan Belgia. Tak ada merek lain. Sebanyak 77 negara Muslim, termasuk di kawasan ASEAN (seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara lainnya) juga menggunakan vaksin yang sama untuk CJH mereka.

Ia berharap calon jemaah haji Indonesia sudah dapat diberi vaksin pada Agustus nanti. Dengan harapan pengurusan visa haji dapat dilakukan lebih cepat. “Pemberian vaksin ini dijadikan salah satu syarat memperoleh visa haji. Bila tak diindahkan, maka pemerintah Arab Saudi tak akan memberi visa,” ucapnya.
Lagi pula, pemberian vaksin ini memiliki landasan aturan internasional. Yakni jika seseorang memasuki kawasan endemik meningitis, ia harus diberi vaksin tersebut.

Sjafii berharap, Indonesia sudah akan bisa memproduksi vaksin meningitis dalam waktu tidak lama lagi. Dengan cara itu, keraguan umat Islam terhadap kehalalannya dapat dihilangkan. “Insya Allah tahun depan kita sudah bisa produksi vaksin itu,” kata Sjafii.

Sementara itu, untuk menjawab keraguan CJH, MUI Sumatra Utara (Sumut) meminta MUI Pusat segera mengeluarkan fatwa terkait kehalalan vaksin meningitis Belgia itu. “Calon jemaah haji diharapkan dapat menunggu fatwa MUI mengenai pengggunaan vaksin meningitis itu,” kata Ketua MUI Sumut, Prof Dr Abdullah Syah, MA di Medan, Jumat (10/7).

Abdullah Syah sendiri berpendapat, vaksin meningitis itu bisa saja digunakan karena situasi darurat, apalagi vaksin itu merupakan persyaratan penting yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi. MUI berencana mengeluarkan fatwa atas penggunaan vaksin meningitis pada pertengahan Juli 2009. “MUI akan mengambil keputusan soal penggunaan vaksin itu pertengahan Juli dan menurut penelitian kita vaksin itu memang haram,” kata Ketua MUI Pusat, Amidhan. ant

Aksi Uighur Ditumpas, 140 Tewas

BEIJING-SURYA-Sedikitnya 140 orang tewas dan 828 lainnya luka setelah terlibat bentrok dengan polisi di kota Urumqi, Xinjiang, Minggu (5/7). Insiden itu bermula dari demonstrasi damai yang berubah rusuh ketika para demonstran menolak bubar.

Aksi demonstrasi ini merupakan respons kekesalan etnis Uighur atas insiden 26 Juni. Menurut Alim Seytoff, juru bicara World Uighur Congress (WUC) yang berbasis di Washington DC AS, saat itu dua etnis Uighur dikeroyok sampai mati oleh sekelompok orang dari etnis Han di Guangdong.

Aksi 3.000 demonstran itu semula berjalan damai di pusat kota Urumqi yang didominasi etnis Han. Mereka menuntut penyelidikan terhadap insiden di Guangzhou. Menurut Alim, sampai sekarang tidak satu pun penganiaya yang ditangkap dan diadili. Bahkan, warga etnis Uighur yakin korban tewas di Guangzhou lebih dari dua.

Namun suasana itu berubah menjadi brutal ketika polisi mulai bergerak membubarkan mereka dengan cara menembakkan gas air mata dan peluru tajam. Para demonstran dari etnis muslim Uighur itu pun membalas. Mereka membakar sejumlah toko dan ratusan mobil.
Menurut Alim, polisi juga menyerbu sejumlah universitas yang banyak mahasiswanya ikut demonstrasi. Menurutnya, banyak mahasiwa tewas di depan gerbang universitas karena berondongan peluru tajam polisi.
“Polisi menyerbu Universitas Xinjiang dan beberapa universitas lain. Mereka mereka masuk asrama dan menangkapi para mahasiswa,” kata Alim.
Menurut catatan kantor berita Xinhua, kerusuhan itu mengakibatkan 260 mobil dirusak dan dibakar, serta 203 rumah rusak. Penumpasan demonstrasi itu mengakibatkan 140 orang tewas dan 828 luka. Mengutip pernyataan resmi pemerintah, sedikitnya 90 orang ditahan. “Jumlah korban tewas bisa bertambah,” demikian kata Xinhua.
Gubernur Xinjiang Nur Bekri mengatakan Senin (6/7) pagi, bahwa aksi demonstrasi itu digerakkan dari luar negeri. Ia menuduh Rebiya Kadeer, perempuan mantan pengusaha dan pendiri WUC di AS lah biangnya. “Rebiya menelepon orang di China pada 5 Juli untuk memprovokasi. Situs internet juga digunakan untuk memobilisasi dan menyebarkan propaganda,” kata Bekri.
Uighur adalah salah satu etnis di China yang punya kaitan dengan Turki. Seperti Yahudi, etnis ini berdiaspora dan komunitasnya terdapat di Kazakhstan, Pakistan, Kirgizstan, Mongolia, Uzbekistan, Australia, Jerman dan Turki. Namun, etnis ini banyak ditemui di Provinsi Xinjiang China. Tetapi di kota Urumqi, etnis ini hanya merupakan bagian kecil dari penduduk setempat atau hanya beberapa puluh ribu jiwa. Urumqi masih dikuasai etnis Han yang jumlahnya mencapai 2,3 juta jiwa.

Menurut Dru Galdney, antropolog di Pomona College di California, aksi protes Minggu itu sangat spesifik. “Urumqi merupakan pusat kekuasaan dan pengaruh China di Xinjiang. Belum pernah ada aksi demonstrasi sejak awal 1990-an. Jadi demonstrasi itu sangat aneh,” katanya.

Nicholas Bequelin dari Human Rights Watch sepakat dengan pendapat itu. Menurutnya, bukan saja karena porsi Uighur yang sangat kecil, tetapi juga karena ketatnya keamanan di Xinjiang. “Artinya jumlah korban jiwa sebanyak itu sangat mengejutkan dan ini berarti merupakan pelanggaran hukum,” kata Bequelin.

Sebagai sebuah bangsa, Uighur pernah berjaya ketika mendirikan sebuah kekaisaran antara 744 sampai 840 Masehi yang wilayahnya terbentang dari Laut Kaspia hingga Manchuria. Dalam konteks China, Uighur dikenal sebagai etnis yang ingin melepaskan diri dari pemerintah China, seperti Tibet. Karena itu etnis ini lebih senang menyebut wilayahnya sebagai Uirghustan atau Turkestan (Turkistan) Timur, ketimbang Xinjiang (wilayah baru, red), sebutan resmi yang mereka anggap sebagai serangan. Sebanyak 45 persen penduduk provinsi ini berasal dari etnis Uighur.

China kerap menuduh kelompok-kelompok perlawanan Uighur bertanggung jawab atas serangkaian serangan pada periode 1980-1990. Namun perlawanan menjadi sepi menjelang hingga selesainya Olimpiade Beijing pada Agustus 2008.ap/tim/sas

Rusuh Antar Etnis, Pemerintah Larang Shalat Jumat di Urumqi

urumqi
URUMQI | SURYA Online – Masjid-masjid di kota Urumqi, China, dilarang melaksanakan shalat Jumat, sementara polisi dikerahkan untuk mencegah kemungkinan meletusnya aksi kerusuhan baru antaretnis yang mematikan, Jumat (10/7).

Sejumlah Muslim Uighur mengatakan, mereka telah diperintahkan untuk melaksanakan shalat di rumah saja, pada saat pasukan bersenjata dikerahkan di jalan-jalan di ibukota wilayah barat laut Xinjiang, lima hari setelah terjadi bentrokan yang menurut pemerintah menewaskan 156 orang.

“Pemerintah mengatakan tidak ada pelaksanaan shalat Jumat,” kata seorang pria Uighur, Tursun, di luar Mesjid Hantagri, salah satu bangunan tertua di ibukota, pada saat sekitar 100 polisi membawa senjata mesin dan tongkat berdiri di dekatnya.

“Tidak ada yang bisa kami lakukan, pemerintah takut bahwa masyarakat akan menggunakan pelaksanaan acara keagamaan itu untuk mendukung tiga kekuatan,” katanya.

‘Tiga kekuatan’ itu adalah sebutan pemerintah China terhadap ekstrimisme, separatisme dan terorisme. Kekuatan tersebut dikatakan berusaha memecah wilayah Xinjiang dari sebagai bagian China.

Xinjiang berpenduduk delapan juta suku Uighur yang lama mengaku mendapat tekanan dalam pelaksanaan keagamaan, politik dan ekonomi oleh penguasa China. Kelompok ini menumpahkan kemarahannya Ahad dalam aksi-aksi protes yang cepat menjadi aksi kekerasan.

Pemerintah China mengatakan, 156 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya cedera, pada saat kaum Muslim Uighur diserang kelompok etnis Han yang dominan.

Namun orang-orang Uighur di pengasingan mengatakan, pasukan keamanan bersikap berlebihan terhadap aksi-aksi yang dilakukan secara damai itu.

Mereka mengatakan, lebih dari 800 orang diduga tewas dalam aksi kerusuhan itu, termasuk petugas keamanan.

Aksi kerusuhan terus berlanjut pada awal pekan ini, pada saat ribuan orang Han tumpah di jalan-jalan bersenjatakan pisau, galah, serta senjata buatan lainnya dan berikrar untuk melakukan balasan terhadap suku Uighur. ant