Menemukan Islam di Australia

KATA toleransi begitu mengental sehingga tidak ada keregangan yang nampak dan hampir tidak memperlihatkan perbedaan agama yang ada di antara pemeluknya. Pengalaman ini sangat terasa di antara masyarakat Muslim yang berbaur dengan umat lainnya di Australia, khususnya di Sydney.

Muslim di Australia mengarungi perjalanan sejarah yang panjang dan diperkirakan telah berada di Negeri Kanguru sebelum kedatangan pemukim Eropa. Sebagian pendatang Australia terdahulu adalah Muslim dari kepulauan Indonesia timur yang membentuk kontak dengan daratan Australia sekitar abad ke 16-17.

Eropa Didesak Masukkan Israel Sebagai Daftar Teroris

Mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, menyerukan rakyat Palestina di Tepi Barat bangkit melawan langkah Israel. Gerakan perlawanan Islam Palestina (Hamas) mendesak Uni Eropa memasukkan Israel dalam daftar negara yang mendukung terorisme karena keterlibatan badan intelijennya, Mossad, dalam pembunuhan tokoh Hamas, Mahmud Abdel Rauf al-Mabhouh, di Dubai, 19 Januari lalu.

Wanita Madura Mengaku sebagai Nabi

Siti Hajar Dipercaya Pindahkan Arwah ke Surga
SUMENEP – Surya- Untuk kesekiankalinya ada seorang manusia di zaman modern ini mengaku sebagai nabi. Dan faktanya masih banyak orang percaya. Kali ini Samawiyah, 30, alias Siti Hajar, warga Desa Angon-Angon, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, yang menggegerkan warga karena mengaku sebagai seorang nabi yang diutus ke muka bumi untuk menyelamatkan umat manusia.

Menanam Benih2 Muda Keemasan…

Sebelum kalian memperbaiki orang lain hendaklah kalian memperbaiki diri kalian terlebih dahulu, wahai para pendidik! Kerjakanlah kebaikan di hadapan anak didik kalian dan tinggalkanlah kejelekan. Perilaku yang baik dari para pendidik dan orangtua di hadapan anak-anak merupakan pendidikan yang paling utama.

Dituduh Culik Korban Haiti, Misionaris AS dituntut

Anak-anak korban gempa di Haiti rentan penculikan. Kasus sama, pernah terjadi pada anak-anak korban gempa Aceh.
Haiti menuntut 10 orang misionaris asal AS dengan tuduhan menculik dan berkonspirasi dengan cobaan menyelundupkan 33 anak korban gempa keluar dari negara itu.

MUI: Film “Hantu Puncak Datang Bulan” Melanggar Kode Etik

DEPOK–Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Depok, KH Muhammad Idris Abdul Somad, mengatakan, film “Hantu Puncak Datang Bulan” melanggar kode etik penyiaran. Film yang dibintangi Trio Macan dan Andi Soraya tersebut dinilainya tidak sesuai dengan syariah ajaran Islam. Menurutnya, meskipun ada kebebasan dalam Islam, namun, kebebasan tersebut harus tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.