MUSLIM POWER

Februari 7, 2010

Menanam Benih2 Muda Keemasan…

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 2:10 pm
Tags:

Sebelum kalian memperbaiki orang lain hendaklah kalian memperbaiki diri kalian terlebih dahulu, wahai para pendidik! Kerjakanlah kebaikan di hadapan anak didik kalian dan tinggalkanlah kejelekan. Perilaku yang baik dari para pendidik dan orangtua di hadapan anak-anak merupakan pendidikan yang paling utama.

Maka yang wajib dilakukan (oleh orangtua dan pendidik) antara lain:

1. Mengajarkan anak mengucapkan Laa ilaaha illallah Muhammadur rasulullah dan memberikan pemahaman tentang maknanya ketika mereka dewasa (telah mampu diajak berpikir, serta membedakan baik dan buruk -red muslimah.or.id), yaitu: “Tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi kecuali Allah semata.”

2. Menanamkan rasa cinta kepada Allah dan keimanan kepada-Nya ke dalam hati sang anak, bahwasanya Allah adalah Dzat Yang Menciptakan kita, Pemberi rezeki, Penolong kita, dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

3. Memotivasi anak untuk meraih surga, bahwasanya surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang shalat, puasa, menaati kedua orang tua, dan mengamalkan perbuatan yang diridhai Allah, serta memperingatkan mereka tentang neraka yang diperuntukkan bagi orang-orang yang meninggalkan shalat, durhaka kepada orang tua, melakukan perbuatan yang membuat Allah murka, berhukum dengan selain syariat-Nya, memakan harta manusia dengan cara menipu, berdusta, riba, dan yang lainnya.

4. Mengajarkan anak agar senantiasa berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak pamannya:

إذَا سَأَلْتَ فَسْأَلِ اللهَ وَ إذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ.
Artinya: “Apabila engkau meminta maka mintalah kepada Allah, dan apabila engkau memohon pertolongan maka mohon pertolonganlah kepada Allah.” (Hadits riwayat At-Tirmidzi, dan dia berkata “hadits hasan shahih”)

***

Sumber: Dikutip dari Kiat Mencetak Anak Shalih (terj. Kayfa Nurabbi Awlaadanaa At-Tarbiyyah Al-Islamiyah Ash-Shahiihah), karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, penerbit: Pustaka Ulil Albab, Bogor, Rabi’ul Awwal 1428/April 2007); dengan pengubahan seperlunya oleh redaksi

www.muslimah or.id via voa-islam

Februari 6, 2010

Dituduh Culik Korban Haiti, Misionaris AS dituntut

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 2:39 pm

Anak-anak korban gempa di Haiti rentan penculikan. Kasus sama, pernah terjadi pada anak-anak korban gempa Aceh.
Haiti menuntut 10 orang misionaris asal AS dengan tuduhan menculik dan berkonspirasi dengan cobaan menyelundupkan 33 anak korban gempa keluar dari negara itu.

Pejabat Haiti mengatakan kasus ini tengah diselidiki oleh pengadilan dan jika terbukti bersalah ancamannya adalah hukuman penjara yang lama.

BBC melaporkan para misionaris ini tertangkap tangan membawa anak-anak korban gempa dengan alasan akan dimasukkan ke dalam panti asuhan di Republik Dominika. Namun kemudian diketahui beberapa anak masih memiliki orang tua yang masih hidup.

Usai persidangan 10 orang misionaris tersebut kembali ditahan di sebuah penjara di Haiti. Mereka dibawa dengan sebuah mobil yang telah disiapkan di luar pengadilan.

“Saya merasa baik, saya percaya dengan Tuhan,” demikian pernyataan pemimpin misionaris Laura Silsby kepada wartawan.

Lima orang lelaki dan lima orang wanita yang berasal dari Idaho tersebut semestinya sudah menghadapi pengadilan awal pekan ini, tapi ditunda karena kekurangan tenaga penerjemah.

Perdana Menteri Haiti Jean-Max Bellerive mencap warga negara Amerika itu sebagai ”penculik”.

Menteri Kehakiman Paul Denis mengatakan mereka tetap disidangkan di Haiti walau kerusakan terjadi di sejumlah bangunan pengadilan negeri itu. Pernyataan ini menanggapi saran yang menyebut para misionaris tersebut bisa diadili di AS.

“Yang mereka langgar adalah hukum Haiti dan itu menjadi wewenang otoritas pengadilan kami untuk melangsungkan persidangan di sini,” kata Paul Denis kepada kantor berita AFP.

“Saya tidak melihat ada satu alasan untuk mereka disidangkan di Amerika Serikat,” katanya.
”Satu desa”

Anak-anak yang berkisar antara dua hingga 12 tahun itu kini telah dirawat lembaga pemerhati anak asal Austria SOS Children’s Village di Port-au-Prince.

21 anak-anak tersebut berasal dari satu desa di luar ibu kota dan diserahkan atas sepengetahuan orang tua mereka.

Seperti yang dilaporkan kantor berita Associated Press, warga di desa Callebas mengatakan mereka menyerahkan anak mereka melalui pekerja panti asuhan setempat yang mengaku bekerja untuk warga negara Amerika.

Para pekerja itu menjanjikan kepada para keluarga kalau anak-anak mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak dari para misionaris di Republik Dominika.

Sejumlah keluarga korban gempa mengaku jika anak-anak tersebut kembali maka hal itu akan menyulitkan bagi mereka.

Pemimpin misionaris Laura Silsby mengatakan kelompoknya telah bertemu dengan seorang pendeta Haiti ketika mereka tiba pekan lalu, dan pendeta itu membantu mereka mengumpulkan anak-anak tersebut. Dia juga mengaku tidak memegang surat ijzn untuk bekerja di negara itu.

“Niat kami adalah menolong anak-anak tersebut yang paling membutuhkan bantuan, mereka telah kehilangan kedua orangtua, atau satu diantara orangtua dan ada juga yang ditelantarkan orang tua mereka,” katanya.

Kasus Aceh
Kasus seperti ini mengingatkan peristiwa tahun 2005, saat badai tsunami menghantan Aceh. Kala itu, umat dikejutkan dengan adanya rumor 300 anak Aceh korban tsunami dibawa WorldHelp, sebuah lembaga misionaris asal AS yang ikut membantu menjadi relawan di Aceh.

Namun kasus yang sempat menghebohkan Indonesia itu sempat dibantah oleh pendeta penghubung WorldHelp di Indonesia, Henry Lantang maupun dengan WorldHelp yang berbasis di Virginia AS .

Sebelumnya, informasi adanya anak-anak Aceh yang akan diadopsi orang asing itu sempat beredar antar SMS . [bbc/hid/www.hidayatullah.com]

Februari 3, 2010

MUI: Film “Hantu Puncak Datang Bulan” Melanggar Kode Etik

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 11:29 pm
Tags:

DEPOK–Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Depok, KH Muhammad Idris Abdul Somad, mengatakan, film “Hantu Puncak Datang Bulan” melanggar kode etik penyiaran. Film yang dibintangi Trio Macan dan Andi Soraya tersebut dinilainya tidak sesuai dengan syariah ajaran Islam. Menurutnya, meskipun ada kebebasan dalam Islam, namun, kebebasan tersebut harus tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

“Kebebasan yang ideal dalam Islam apabila tidak melanggar norma-norma yang ada,” ujar Idris, di Depok, Rabu (03/2).

Menurut Idris, sebenarnya Islam tidak menghambat seseorang dalam berekspresi. Hanya saja, kata Idris, eskpresi itu tidak boleh melampaui aturan dan norma. Idris menjelaskan, kebebasan seseorang baik dalam seni maupun mencari nafkah terbuka seluasnya, tentunya halal dan baik.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan, ada batasan yang harus dilalui dan tidak boleh dilanggar karena dapat berimbas pada pola hidup bermasyarakat. Jika di dalamnya ada unsur mempertontonkan aurat pada publik, jelas melanggar kode etik penyiaran. Aturan-aturan tersebut, lanjut Idris, tidak hanya pada pemutaran film yang menampilkan pornografi dan kekerasan tersebut, tapi semua yang mengandung pornografi dan kekerasan.

Meski demikian, ia mengaku jika MUI hanyalah sebuah lembaga yang hanya bisa memfatwakan atau mengarahkan saja kepada masyarakat tentang kedudukan hukum suatu masalah, tidak bisa menghentikan. “MUI sudah menjelaskan masalah yang mengandung pornografi. Itu sekedar fatwa dan bersifat arahan agama. Yang lebih berhak lagi dalam penentuan hukum ya yang berwenang,” terangnya.

Diakuinya, langkah yang akan ditempuh pihak MUI adalah dengan melakukan desakan pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang memiliki wenang dalam memberikan izin dan keberatan dengan pemutaran film tersebut.

Januari 14, 2010

Dilaporkan Ajarkan Ajaran Sesat, Istana Surga Eden di Gerebek

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 11:58 pm
Tags: ,

CIREBON
Jajaran petugas Reserse dan Kriminal dan Perlindungan Perempuan Polda Jawa Barat (Jabar), bersama puluhan anggota ormas Islam Kota Cirebon, Kamis (14/1/2010), menggerebek dua rumah yang diduga sebagai tempat kegiatan Surga Eden, ajaran yang dipimpin Ahmad Tantowi.

Penggerebekan pertama di sebuah rumah di Desa Pamengkan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang diberi nama Istana Surga Eden, yang disebut-sebut sebagai tempat pembaiatan anggota sekaligus tempat tinggal sang pemimpin ajaran itu, Ahmad Tantowi.

Dalam penggerebekan itu Tantowi dan pengikutnya yang sebagian besar perempuan melakukan perlawanan. Tantowi mencabut keris dan berusaha melawan sebelum diringkus petugas.

Petugas juga mendatangi rumah milik Tantowi, tidak jauh dari rumah pertama. Menurut Tantowi, rumah itu tempat tinggal anak asuhnya.

Terjadi kontak fisik antara anggota ormas Islam dengan sejumlah orang yang ada di rumah tersebut. Namun setelah petugas datang, seluruh pengikut Surga Eden yang ada di sana diangkut petugas. Ahmad Tantowi dan tujuh pengikutnya langsung dibawa ke Mapolda Jabar.

Dalam penggerebekan tersebut, persis di depan kamar Tantowi, petugas menemukan sebuah kolam yang dihiasi patung wanita telanjang. Selain itu ditemukan juga keris dan berbagai benda yang diduga digunakan sebagai alat ritual.

Penggerebekan itu dilakukan petugas berdasarkan laporan Andi (40), orang yang mengaku pernah menjadi pengikut ajaran itu.

Berdasarkan penuturan Andi, Ahmad Tantowi menyatakan diri sebagai Tuhan dan boleh menggauli pengikut perempuannya.

“Saya pernah menjadi pengikut Surga Aden ini. Namun setelah ada upaya Tantowi akan menggauli istri saya dengan dalih syarat menjadi pengikutnya, saya tidak terima dan langsung keluar dari ajaran dia. Kemudian saya laporkan hal ini kepada polisi,” kata Andi mengungkapkan.

Sementara itu, berdasarkan penuturan warga setempat, Tantowi dikenal warga sebagai seorang penjual barang antik yang dermawan.

Ia selalu menjadi donatur terbesar setiap kali ada kegiatan di kampung seperti saat peringatan 17 Agustus.

“Selama ini kami tidak melihat kegiatan yang janggal seperti ritual keagamaan apalagi meresahkan warga,” kata Budi Hartono, Kuwu Desa Pamengkang.

Kanit Reskrim Polda Jabar Kompol Fatimah Noer mengatakan, Ahmad Tantowi dan tujuh pengikutnya akan menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar.

“Mereka kami bawa ke Mapolda Jabar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Fatimah.

ant

Desember 31, 2009

Jaga ANak-anak kalian dari Budaya2 Orang2 Kafir…

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 3:41 pm
Tags:

Aby Azzam Al-Khansa’ 31 Desember jam 21:22 Balas
Hukum menyambut dan merayakan hari Raya non Muslim (Natal/Tahun Baru/Imlek, red)

Sesungguhnya di antara konsekwensi terpenting dari sikap membenci orang-orang kafir ialah menjauhi syi’ar dan ibadah mereka. Sedangkan syi’ar mereka yang paling besar adalah hari raya mereka, baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Maka orang Islam berkewajiban menjauhi dan meninggalkannya.

Ada seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan kepadanya (yang artinya) : ” Apakah disana ada berhala, dari berhala-berhala orang Jahiliyah yang disembah ?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dilaksanakannya hari raya dari hari raya mereka ?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi bersabda, “Tepatillah nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”
[Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Al-Bukhari dan Muslim]

Hadits diatas menunjukkan, tidak bolehnya menyembelih untuk Allah di bertepatan dengan tempat yang digunakan menyembelih untuk selain Allah ; atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab hal itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar mereka, dan juga karena menyerupai mereka atau menjadi wasilah yang mengantarkan kepada syirik. Begitu pula ikut merayakan hari raya (hari besar) mereka mengandung wala’ (loyalitas) kepada mereka dan mendukung mereka dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar mereka.

Di antara yang dilarang adalah menampakkan rasa gembira pada hari raya mereka, meliburkan pekerjaan (sekolah), memasak makanan-makanan sehubungan dengan hari raya mereka (kini kebanyakan berpesiar, berlibur ke tempat wisata, konser, acara musik, diakhiri mabuk-mabukan atau perzinaan, red).

Dan diantaranya lagi ialah mempergunakan kalender Masehi, karena hal itu menghidupkan kenangan terhadap hari raya Natal bagi mereka. Karena itu para shahabat menggunakan kalender Hijriyah sebagai gantinya.

Syaikhul Islam Ibnu Timiyah berkata, “Ikut merayakan hari-hari besar mereka tidak diperbolehkan karena dua alasan”.

Pertama. Bersifat umum, seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa hal tersebut berarti mengikuti ahli Kitab, yang tidak ada dalam ajaran kita dan tidak ada dalam kebiaasaan Salaf. Mengikutinya berarti mengandung kerusakan dan meninggalkannya terdapat maslahat menyelisihi mereka. Bahkan seandainya kesamaan yang kita lakukan merupakan sesuatu ketetapan semata, bukan karena
mengambilnya dari mereka, tentu yang disyari’atkan adalah menyelisihiya karena dengan menyelisihinya terdapat maslahat seperti yang telah diisyaratkan di atas. Maka barangsiapa mengikuti mereka, dia telah kehilangan maslahat ini sekali pun tidak melakukan mafsadah (kerusakan) apapun, terlebih lagi kalau dia melakukannya.

Alasan Kedua.
Karena hal itu adalah bid’ah yang diada adakan. Alasan ini jelas menunjukkan bahwa sangat dibenci hukumnya menyerupai mereka dalam hal itu”.

Beliau juga mengatakan, “Tidak halal bagi kaum muslimin ber-Tasyabuh (menyerupai) mereka dalam hal-hal yang khusus bagi hari raya mereka ; seperti, makanan, pakaian, mandi, menyalakan lilin, meliburkan kebiasaan seperti bekerja dan beribadah ataupun yang lainnya. Tidak halal mengadakan kenduri atau memberi hadiah atau menjual barang-barang yang diperlukan untuk hari raya tersebut. Tidak halal mengizinkan anak-anak ataupun yang lainnya melakukan permainan pada hari itu, juga tidak boleh menampakkan perhiasan.

Ringkasnya, tidak boleh melakukan sesuatu yang menjadi ciri khas dari syi’ar mereka pada hari itu. (Dalam Iqtidha Shirathal Mustaqim, pentahqiq Dr Nashir Al-’Aql 1/425-426).

Hari raya mereka bagi umat Islam haruslah seperti hari-hari biasanya, tidak ada hal istimewa atau khusus yang dilakukan umat Islam. Adapun jika dilakukan hal-hal tersebut oleh umat Islam dengan sengaja [1] maka berbagai golongan dari kaum salaf dan khalaf menganggapnya makruh. Sedangkan pengkhususan seperti yang tersebut di atas maka tidak ada perbedaan di antara ulama, bahkan sebagian ulama menganggap kafir orang yang melakukan hal tersebut, karena dia telah mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran.

Segolongan ulama mengatakan. “Siapa yang menyembelih kambing pada hari raya mereka (demi merayakannya), maka seolah-olah dia menyembelih babi”. Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Siapa yang mengikuti negera-negara ‘ajam (non Islam) dan melakukan perayaan Nairuz [2] dan Mihrajan [3] serta menyerupai mereka sampai ia meninggal dunia dan dia belum bertobat, maka dia akan dikumpulkan bersama mereka pada Hari Kiamat.

Footnote :
[1] Mungkin yang dimaksud (yang benar) adalah ‘tanpa sengaja’.
[2] Nairuz atau Nauruz (bahasa Persia) hari baru, pesta tahun baru Iran yang
bertepatan dengan tanggal 21 Maret -pent.
[3] Mihrajan, gabungan dari kata mihr (matahari) dan jan (kehidupan atau
ruh), yaitu perayaan pada pertengahan musim gugur, di mana udara tidak panas
dan tidak dingin. Atau juga merupakan istilah bagi pesta yang diadakan untuk
hari bahagia -pent.

(Dinukil dari tulisan Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, dalam kitab At-Tauhid Lish-Shaffil Awwal Al-Aliy[Edisi Indonesia, Kitab Tauhid 1])

Desember 14, 2009

Kepada setiap wanita yang diuji Dengan kepergian suaminya

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 1:05 am
Tags:

Dia kembali dari rumahnya ke rumah keluarganya dengan menangis dan penuh pengaduan.Belum genap dua tahun bersama suaminya kemudian tiba-tiba dia kembali, dia kembali bersama anaknya yang masih kecil dan membawa pulang seluruh apa yang dia miliki.

Apakah kamu melihat dimana suaminya? Kenapa dia meninggalkannya? Atau dia menceraikannya?.

Ketika ditanya dia berkata: “Sesungguhnya dia telah mengucapkan perpisahan kepada kami selama-lamanya, dia telah pergi keluar untuk berjihad fi sabilillah seperti yang dia katakan!”
seandainya dia berpergian ke negeri yang jauh, tapi dia akan berjihad di sini! Di negeri kita ini!!

Keluarga dan para kerabatnya terguncang: Dia itu memang gila! Bodoh! Ceroboh! Dan lain-lain.

Bagaimana dia bisa pergi dan meninggalkan keluarganya begitu saja? Jika dia belum menikah itu pasti baik baginya, tapi bagaimana dia rela istrinya menjadi janda dan anaknya menjadi yatim? Bagaimana dia meninggalkan pekerjaannya? Padahal dia berusaha untuk bekerja dengan tekun. Dia bisa duduk sambil beramal di bidang dakwah untuk membela agama Alloh jika dia jujur, maka dia bisa ikut di dalam bidang yang masih sedikit orang yang menekuninya, beramal dengan pena itukan juga jihad!
Teman wanitanya berkata: “Aku tahu apa faktor yang menyebabkan dia meninggalkanmu, karena kamu tidak berbuat baik kepadanya dan tidak suka bersolek dihadapannya!!! Jika kamu rajin dan tekun dalam hal itu tentu dia tidak akan pergi meningggalkanmu”.

Saudaranya berkata kepadanya: “Aku sudah memperingatkanmu dari menikah dengan pemuda, sesungguhnya mereka itu tidak mampu bertanggung jawab, dan tidak dapat menjaga semangatnya”.

Saudariku: Jangan kau hiraukan orang-orang itu. Tetap teguhlah, sungguh kamu berada di atas kebenaran. Suamimu telah keluar untuk berjihad, bukan karena tidak suka denganmu, akan tetapi untuk menegakkan kewajiban Alloh dan kecintaannya pada pahala yang kamu akan ikut mendapatkannya jika kamu bersabar dan tabah. Janganlah kamu tertipu dengan sedikitnya orang-orang yang menempuh jalan ini, sesungguhnya itu merupakan keteransingan yang telah disebutkan oleh Rosululloh SAW:

طوبى للغرباء

“Maka berbahagialah orang-orang yang asing”.

Apa yang telah kamu dengarkan itu hanya sedikit saja dari rasa sakit yang pernah dialami oleh Rosululloh SAW sebaik-baik manusia dan istri-istrinya serta anak-anaknya. Nabi telah berhijroh dan meninggalkan anak-anaknya di Makkah, begitu juga Abu Bakar Ash Shiddiq, sesungguhnya itu bagian dari agama yang kita tidak diciptakan kecuali untuk itu, dan segala sesuatu itu remeh selain agama.

Janganlah engkau tertipu dengan syaikh yang memakai pakaian jubah dan nampak di layar televisi dan berkata: “Jihad itu fitnah”. Sebenarnya fitnah itu adalah keikut sertaanmu wahai corong-corong penguasa dengan penguasa kalian, bahkan janganlah kamu memuji dengan banyaknya para syaikh tersebut. Alloh SWT berfirman:

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ

” Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya, mereka itu hanya mengikuti persangkaan-persangkaan belaka” (QS. Al An’am : 116).

Apakah engkau melihat dia mengatakan apa-apa yang menjadi agama Alloh? Ataukah engkau melihat mereka bersikap toleran dengan para penguasa?

Jika engkau mengatakan: “Dia akan meninggalkanku selamanya”. Ini adalah tidak benar. Tidak! Dia tidak pergi untuk selamanya, di sana ada hari dimana engkau akan bertemu dengannya di jannah jika engkau tidak berubah pendirian.

Dan tidak samar lagi bagimu bahwa setiap manusia harus meninggalkan keluarganya, hanya saja perpisahanmu dengan suamimu telah dipercepat oleh Alloh. Dan pada beberapa manusia telah ditakdirkan untuk sedikit bersenang-senang dengan orang-orang yang dicintainya kemudian berkesudahan dengan perpisahan. Maka teman kamu pasti akan berpisah dengan suaminya yang dia kira bahwa suaminya tidak akan meninggalkannya karena dia mencintainya. Dia pasti akan pergi walaupun dia membenci kepergian itu. Ya! Dia akan mati, atau istrinya yang akan mati dahulu dan dia kemudian menikah lagi dan melupakannya.

Inilah sunnah kehidupan, pasti akan fana, sedangkan diakherat maka disana kehidupan yang kekal, kekal abadi dan tidak akan fana, maka pejamkanlah matamu dari finah dunia ini dan dari kesusahannya dan kemiskinan dan beramallah, bersungguh-sungguhlah dalam beramal sampai kamu bertemu dengan Robbmu dan Dia dalam keadaan ridho denganmu, untuk mempersiapkan pertemuanmu dengan orang-orang yang engkau cintai: bapakmu, suamimu dan saudara-saudaramu.

Desember 7, 2009

Mujahidah dari Bumi Jihad

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 4:28 pm
Tags:

Aby Azzam Al-Khansa’ 06 Desember jam 22:31

Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…

Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…

Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…

Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…

Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini…

November 30, 2009

Siapakah yang lebih Mulia Wanita Dunia ataukah Bidadari JAnnah yg bermata Jelita

Aby Azzam Al-Khansa

Allah telah memberikan sifat-sifat terindah kepada bidadari-bidadari surga. Mereka diberi pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu.

Ath-Thabarany menuturkan, kami diberi tahu Bakr bin Sahl Ad-Dimyaty, kami diberitahu Amru bin Hisyam Al-Biruny, kami diberitahu Sulaiman bin Abu Karimah, dari Hisyam bin Hassan, dari Al-Hassan, dari ibunya, dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”

Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.” Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.”(Al-Waqi’ah:23)

Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman :70)

Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan padaku firman Allah, “seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shafat:49)

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.” Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah :37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari bermata jeli, seperti apa yang tampak daripada yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya kulit bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kunigan, sanggulnya mutiara dan sisinya terbuat dari emas. Mereka berkata, Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’.”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantar kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka masuk surgapula. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?” Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

(disebutkan dalam catatan kaki buku Raudhatul Muhibbin (terbitan darul falah), halaman 201 :”Pengarang (Ibnul Qoyyim) menyebutkan hadits ini di dalam bukunya Hadil Arwah. Di sana dia memberi catatan : Sulaiman bin Abu Karamah menyendiri dalam riwayat ini. Abu Hatim menganggapnya dha’if. Menurut Ibnu Ady, mayoritas hadits-haditsnya adalah mungkar dan saya tidak melihat orang-orang dahulu membicarakannya. Kemudian dia menyebutkan hadits ini dari jalannya seraya berkata, “Hanya sanad inilah yang diketahui..”)
FREE DOLAR….

BUKTIIN KALAU GAK PERCAYA……

November 24, 2009

Ekstremis Hindu Atur Pemusnahan Masjid Babri

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 11:45 pm
Tags:

KAIRO–Kaum nasionalis Hindu yang merupakan kunci pemerintahan dan para tokoh oposisi pemerintah mengatur penghancuran masjid Babri yang bersejarah pada tahun 1992 menurut sebuah investigasi yang berlangsung selama 17 tahun di India. Mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee menjadi bagian dari “perencanaan cermat” penghancuran masjid yang dibangun pada abad ke-16 tersebut menurut bocoran dari investigasi yang diterbitkan oleh harian Indian Express pada hari Ahad, 23 November lalu.

Selain Vajpayee, beberapa tersangka yang juga terlibat dalam rencana penghancuran masjid tersebut adalah L.K. Advani yang saat ini menjadi pemimpin garis keras Bharatiya Janata Party (BJP) dan Mantan Presiden BJP Murli Manohar Joshi.

Advani berkelana di India pada tahun 1990 mencari dukungan kampanye untuk membangun sebuah kuil di lokasi masjid Babri di kota Ayodhya di bagian utara negara bagian Uttar Pradesh. Lalu gerombolan militan Hindu tersebut menghancurkan masjid Babri pada tahun 1992. Mereka mengklaim bahwa tempat berdirinya masjid tersebut merupakan tempat kelahiran dewa-raja mereka Rama.

Pembongkaran masjid Babri tersebut memicu kekerasan antara umat Hindu dengan umat Muslim yang terburuk. Hampir 2.000 lebih orang yang sebagian besar umat Islam meninggal akibat kekerasan tersebut.

Kemudian, Komisi Liberhan didirikan 10 hari setelah pembongkaran masjid Babri. Setelah melakukan investigasi selama 17 tahun dan 48 ekstensi, mereka menyerahkan laporan hasil investigasi tersebut pada 30 Juni tahun ini.

Laporan mengindikasikan seluruh petinggi dari gerakan nasionalis Hindu ekstremis seperti Sangh Parivar, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), World Hindu Council (VHP), dan kelompok ekstremis Hindu yang disebut Tentara Shiv (Shiv Sena) ikut terlibat dalam rencana pembongkaran masjid Babri. Laporan tersebut juga menyatakan, gubernur negara bagian tidak melakukan banyak hal untuk menghentikan para ekstremis Hindu dalam menghancurkan masjid tersebut.

Bukti-bukti yang didapatkan dari penyelidikan selama 17 tahun yang akan segera diterbitkan menjadi bantahan terhadap klaim pemerintah bahwa pembongkaran masjid bersejarah tersebut merupakan kejadian spontan dan tidak terencana. Dari investigasi tersebut disimpulkan bahwa peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan pembongkaran masjid Babri direncanakan dengan hati-hati, teratur dan cermat.

Komisi Liberhan mencermati pengiriman dana ke Faizabad dan Ayodhya dilakukan tepat sebelum kaum Hindu ekstremis melakukan mobilisasi menuju masjid Babri. Mereka juga menyoroti modus serangan terhadap masjid Babri serta adanya ketersediaan instrumen dan material dengan mudah seperti sudah direncanakan. Laporan tersebut juga menyatakan, adanya penghancuran simbol-simbol dan kotak kas dari bawah kubah-kubah dan akhirnya dilakukan pembangunan kuil. Hal itu jelas menunjukkan bahwa penghancuran masjid dilakukan dengan persiapan dan perencanaan.

Kemarahan terjadi di parlemen pada hari Senin setelah munculnya tuduhan penghancuran masjid Babri secara terencana di media lokal. Advani, tersangka utama menuduh Partai Kongres yang berkuasa sengaja membocorkan kesimpulan penyelidikan. Juru Bicara Partai Kongres Abhishek Manu Singhvi menuduh pemimpin BJP bertepuk tangan dengan gembira saat mereka menyaksikan para perusuh Hindu meruntuhkan masjid dan kemudian meneteskan air mata buaya seolah-olah menandakan kesedihan

kalau pengen dolar gabung aja disini
klik gambar..

November 17, 2009

Keprihatinan Komunitas Islam Greater Killeen atas Ulah Jamaahnya, Mayor Nidal Malik Hasan

Diarsipkan di bawah: genaro — naylabintanghatiku @ 11:29 am

Curhat Takut Masuk Neraka karena Ditugaskan di Afghanistan

Tragedi Fort Hood mengoyak kedamaian komunitas Islam Greater Killeen, Texas. Pasalnya, Mayor Nidal Malik Hasan, penembak di basis militer terbesar AS itu, adalah jamaahnya.

SALAT Jumat di Masjid Killeen, Highway 195, dekat Fort Hood, akhir pekan ini terasa beda. Khotbah yang disampaikan oleh dokter Manzoor Farooqi kental dengan kalimat keprihatinan atas perbuatan salah seorang jamaah mereka, Hasan.

Farooqi yang juga pemimpin masjid itu menegaskan bahwa komunitas Islam mengutuk tindakan pengecut yang menewaskan sejumlah anggota militer yang berjuang demi negara tersebut. “Dia terpelajar. Seorang psikiater. Saya tidak percaya dia bisa melakukan hal bodoh seperti itu,” ujar pemimpin masjid milik komunitas muslim yang beranggota sekitar 75 keluarga tersebut.

Farooqi menyatakan sangat kaget ketika melihat wajah Hasan ditayangkan di layar beling dan diidentifikasi sebagai penembak di Fort Hood.

Dokter anak-anak tersebut tidak asing dengan sosok Hasan. Sebab, dua bulan terakhir dia rajin beribadah di masjid komunitas tersebut. Apalagi, di Masjid Killeen hanya ada sekitar sepuluh jamaah yang membalut tubuh dengan seragam militer layaknya Hasan saat salat maupun mengaji.

Sejurus kemudian, Farooqi mengajak 40-an jamaah untuk mendoakan anggota militer yang tewas di tangan Hasan. “Tak ada kata-kata yang bisa menjelaskan kejadian kemarin. Mari kita mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan mereka yang meninggal,” terang Farooqi menjelang salat Jumat yang dipimpin imam masjid itu, Syed Ahmed Ali.

Farooqi, layaknya muslim Amerika Serikat yang lain, khawatir sentimen terhadap Islam kembali menguat pascainsiden menghebohkan yang menewaskan 13 personel militer itu. Kehidupan bertoleransi antarumat beragama yang selama ini terjaga di lingkungan mereka bisa terganggu.

Kecaman serupa dilontarkan oleh Nihad Awad. Direktur eksekutif nasional Dewan Hubungan Islam-Amerika itu berkata, “Komunitas muslim Amerika sangat mengutuk tragedi penembakan tersebut. Kita harus memastikan bahwa korban luka mendapatkan perawatan dengan baik dan keluarga korban tewas diberi kesempatan untuk berkabung.”

Senada, Sersan Fahad Kamal, 26, salah seorang jamaah salat Jumat di Masjid Killeen, melontarkan kekecewaan. “Saya percaya bahwa itu merupakan masalah individu dan tidak berkaitan dengan agama,” ujar petugas medis yang saat itu mengenakan seragam angkatan udara tersebut. Dia baru kembali ke AS tahun lalu, setelah bertugas 15 bulan di Afghanistan.

Kalangan muslim tak ingin ada pandangan keliru tentang Islam, agama yang sejatinya menebarkan perdamaian di muka bumi. Mereka menegaskan bahwa kebrutalan Hasan tak mencerminkan sikap muslim secara general.

Selama ini, komunitas Islam Greater Killeen hidup rukun dengan penganut Kristen di lingkungan tersebut. “Setelah peristiwa 9/11, tidak ada yang terjadi di sini. Kami hidup berdampingan dengan damai,” ungkap Ajsaf Khan yang mempunyai tiga toko ritel bersama adiknya, Abdul Khan, di wilayah tersebut.

Meski hujatan dilontarkan terhadap Hasan, simpati juga mengalir. Sejumlah rekan justru mengingatkan para petinggi militer agar mengevaluasi kebijakan yang mungkin membuat pria 39 tahun itu muntab.

“Kala seorang pria kulit putih menembak di sebuah kantor pos, mereka bilang itu hanya masalah komplain biasa tentang pelayanan masyarakat. Tapi, mengapa ketika seorang muslim yang melakukan hal tersebut, semua orang menganggap sebagai jihad,” ujar Victor Benjamin II, 30, mantan anggota militer yang juga rekan Hasan.

Dia menambahkan, pihak yang bertanggung jawab harus menelusuri lebih lanjut kasus tersebut. “GI (sebutan untuk perlengkapan militer AS, Red) seperti peralatan militer lain. Ketika menyalak, siapa pun yang memegangnya, itulah yang bertanggung jawab,” tegas dia. Dengan kata lain, bukan latar belakang keyakinan seseorang yang memegang senjata yang harus dipermasalahkan, melainkan tindakannya.

Hasan dilaporkan merasa tersudut karena tugas kemiliteran yang bertolak belakang dengan keyakinan agamanya. Dia pernah bercerita kepada sejumlah rekan di masjid, antara lain, Duane Reasoner Jr. Dikatakan, Hasan mengeluh karena akan dikirim ke Afghanistan pada 28 November 2009. Dia tidak menyukai penugasan itu.

“Dia (Hasan, Red) mengatakan harus berhenti sebagai tentara. Dalam Alquran disebutkan, seorang muslim tidak boleh berkomplot dengan Yahudi, Kristen, maupun yang lain. Jika pergi berperang melawan muslim, kau akan masuk neraka,” ucap Duane. (cak/ami)

Blog pada WordPress.com.